Marlon Butar-Butar
Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RESPON INTOLERANSI BERAGAMA BERDASARKAN 1 PETRUS 4: 12-14 Marlon Butar-Butar
Manna Rafflesia Vol. 12 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38091/man_raf.v12i1.602

Abstract

The issue of intolerance and violations of religious freedom in Indonesia threatens interfaith harmony, especially for Christian students. This study aims to analyze the biblical response to religious intolerance according to 1 Peter 4:12-14 and provide practical guidance for Christian students in facing persecution. The method used is qualitative, with a descriptive analysis of the biblical text. The results show that suffering and persecution are part of the Christian faith, where persecution is understood as a trial that strengthens faith. In conclusion, Christian students need to be equipped with an understanding of religious moderation, in-depth Christian education, and church training to wisely and compassionately face intolerance, enabling them to remain steadfast in faith while respecting the diversity around them.
Sahala Pneumatik: Rekonstruksi Teologis Spiritualitas Masyarakat Batak dalam Kerangka Pneumatologi Paulus Marlon Butar-Butar
Jurnal Teologi Injili Vol. 6 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v6i1.335

Abstract

Artikel ini bertujuan merekonstruksi konsep sahala dalam spiritualitas Batak melalui kerangka teologi kontekstual dengan perspektif pneumatologi Paulus. Dalam tradisi Batak, sahala dipahami sebagai daya spiritual yang berkaitan dengan kewibawaan, legitimasi, dan kualitas hidup seseorang dalam relasi dengan komunitas, leluhur, dan tatanan ilahi. Namun, dalam konteks kekristenan Batak masa kini, konsep ini sering berada dalam posisi ambigu antara dipertahankan sebagai identitas budaya dan dipersoalkan secara teologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan teologi kontekstual model sintesis untuk membaca ulang sahala dalam terang pemahaman tentang Roh Kudus sebagai sumber kehidupan, pembaruan, dan persekutuan. Metode yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif melalui studi literatur terhadap kajian antropologi Batak dan teologi Kristen, khususnya Paulus . Hasil penelitian menunjukkan bahwa sahala dapat ditafsir ulang bukan sebagai kekuatan magis atau genealogis, melainkan sebagai simbol kultural yang mengungkapkan pengalaman manusia akan daya ilahi yang memberi hidup. Dari dialog ini dirumuskan konsep Sahala Pneumatik, yaitu suatu sintesis teologis yang menempatkan pengalaman religius lokal dalam relasi dengan karya Roh Kudus. Konsep ini menandai pergeseran dari pemahaman kuasa sebagai pewarisan menuju anugerah, dari struktur genealogis menuju relasi iman, serta dari dominasi menuju transformasi hidup. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teologi kontekstual di Indonesia dengan menunjukkan bahwa konsep budaya lokal dapat menjadi locus refleksi teologis yang sah dan produktif. Selain itu, konsep Sahala Pneumatik membuka ruang bagi gereja untuk mengembangkan pendekatan pastoral dan liturgis yang lebih kontekstual tanpa kehilangan dasar teologisnya.