Edy Sriyono
a:1:{s:5:"en_US";s:21:"Universitas Janabadra";}

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Sistem Basis Data Untuk Perencanaan Alokasi Air Edy Sriyono; Nindyo Cahyo Kresnanto; Adi Sutarto
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 22 No. 2 (2020): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Department of Civil Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1321.418 KB) | DOI: 10.35313/potensi.v22i2.1957

Abstract

Dalam melakukan perencanaan alokasi air secara komprehensif, terpadu dan berkelanjutan, diperlukan model basis data yang lengkap, efektif, dan efisien sehingga dapat digunakan secara optimal. Model sistem basis data dalam penelitian terdiri atas beberapa tabel yang dihubungkan dalam sebuah Entity Relationship (ER) Diagram. Tabel yang menjadi pusat dari proses running adalah tabel neraca_district (daerah layanan air). Tabel tersebut mendapat input dari tabel supply, demand, potensi dan water district. Perhitungan alokasi air harus memperhatikan aspek ruang, waktu, kuantitas, dan kualitas. Normalisasi data dan menyusunnya dalam tabel-tabel tersendiri agar tidak terjadi duplikasi data merupakan tahapan yang penting dalam penyusunan sebuah model basis data. Model sistem basis data alokasi air sangat tergantung dari ER Diagram, karena hubungan antara satu tabel dengan tabel yang lain akan berpengaruh terhadap berjalannya sistem. Model sistem basis data yang digunakan adalah parent-child structure, karena mampu membangun sistem alokasi secara berantai, maksudnya hasil satu water district dapat menjadi input bagi water district di bagian hilirnya. Penelitian ini sudah bisa membangun sebuah model sistem basis data untuk perencanaan alokasi air dengan mempertimbangkan aspek ruang dan waktu.
Model Prioritas Penanganan Daerah Resapan Air (Recharge Area) di Wilayah Sungai Bengawan Solo Menggunakan Multi Criteria Decision Making dan Geographic Information System Edy Sriyono
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 23 No. 2 (2021): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Department of Civil Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.68 KB) | DOI: 10.35313/potensi.v23i2.2618

Abstract

Penentuan daerah resapan air (DRA) dipengaruhi oleh 14 parameter. Ke 14 parameter ini oleh para ahli ditentukan parameter yang dominan. Parameter utama adalah kondisi geologi, jenis lapis tanah permukaan, curah hujan dan kondisi kelerengan lahan. Masing-masing parameter memiliki bobot pengaruh tergantung kondisi wilayahnya. Sesudah DRA dapat ditentukan maka dapat pula ditentukan prioritas penanganan DRA tersebut. Metode yang digunakan terdiri dari proses pengembangan model MCDM dan proses overlay layer SIG. Analisis pengambilan keputusan yang paling tepat yaitu: Analytic Hierarchy Process (AHP) serta Analytic Network Process (ANP). Overlay antar parameter dilakukan dengan Sistem Informasi Geografis dengan menggunakan bobot untuk mendapatkan skor akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 532.475,01 Ha DRA di Wilayah Sungai Bengawan Solo, terdiri dari 387.069,29 Ha Prioritas II dan 145.405,72 Ha Prioritas I. Luas total DRA sekitar 29,7% dari luar wilayah sungai. Dari hasil penentuan DRA, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri utama: Air tanah mengalir vertikal ke bawah, Air merembes masuk mencapai muka air tanah, Singkapan batuannya adalah lolos air serta tak jenuh air, Umumnya berupa perbukitan, Umur air tanah relatif muda, Badan serta puncak kerucut yang berasal dari gunung api, Pada karst memiliki retakan serta lubang pelarutan. Terdapat pula beberapa kawasan permukiman yang berada di DRA