Silvia Septhiani
Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Aplikasi Capcut sebagai Media Pembelajaran Kreatif dalam Meningkatkan Keterampilan Publikasi Digital Pengelola Wisata di Salawu Fatwa Patimah Nursa’adah; Silvia Septhiani
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): MARET-APRIL
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/vv3q9487

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengonstruksi kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Wisata Salawu dalam merespons tantangan digitalisasi pariwisata. Secara khusus, kegiatan ini diarahkan pada pemberdayaan generasi muda melalui pengembangan kompetensi literasi visual dan produksi konten kreatif berbasis aplikasi Capcut. Intervensi pendidikan ini menggunakan metode pelatihan partisipatif yang terbagi ke dalam tiga fase sistematis: (1) Tahap Perencanaan melalui identifikasi kebutuhan belajar dan kurikulum materi; (2) Tahap Implementasi melalui pelatihan teknis langsung (on-site training) berbasis proyek dengan melibatkan 13 partisipan; dan (3) Tahap Evaluasi untuk mengukur capaian pembelajaran serta analisis kompetensi psikomotorik. Hasil evaluasi menunjukkan adanya transformasi signifikan pada penguasaan keterampilan teknis peserta. Sebelum intervensi, hanya 20% peserta yang mencapai kriteria ketuntasan dalam menghasilkan video siap publikasi, namun angka tersebut meningkat tajam menjadi 60% pasca-pelatihan. Produk belajar berupa video promosi kerajinan bambu Kampung Cikiray menunjukkan kualitas estetika dan teknis yang kompetitif dengan rerata skor 7.5–8.0. Meski demikian, ditemukan kendala struktural berupa keterbatasan spesifikasi perangkat keras serta belum tersedianya ekosistem media sosial yang terintegrasi. Sebagai implikasi pedagogis, program ini memerlukan keberlanjutan melalui pendampingan (mentoring) intensif dan penguatan infrastruktur digital untuk memastikan internalisasi keterampilan berjalan secara konsisten. Kesimpulannya, model pelatihan ini efektif dalam menumbuhkan kesadaran digital, namun keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi antara kompetensi individu dan ketersediaan sarana penunjang.