Arif Mubarok
Universitas Islam Negeri Palangka Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PENINGKATAN KINERJA KOPERASI DALAM MENINGKATKAN HASIL USAHA PADA KOPERASI MTSN 1 KOTA PALANGKA RAYA Amelia Herlina; Ali Sadikin; Arif Mubarok
MARGIN: Journal of Islamic Banking Vol 5 No 2 (2025): MARGIN JOURNAL OF ISLAMIC BANKING
Publisher : UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/margin.v5i2.3404

Abstract

Koperasi menjadi wadah atau lembaga perekonomian rakyat yang berlandaskan atas asas kekeluargaan dan gotong royong, sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa. Dalam perkembangannya, koperasi telah menjadi sistem ekonomi tersendiri dalam kehidupan masyarakat. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup dan memecahkan permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh para anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan kinerja koperasi di lingkungan sekolah MTsN 1 Kota Palangka Raya dan untuk menganalisis dampak penerapan strategi tersebut terhadap kinerja koperasi di lingkungan sekolah MTsN 1 Kota Palangka Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi peningkatan kinerja koperasi di MTsN 1 Kota Palangka Raya dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Tahap perencanaan disusun dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) dengan fokus pada perluasan layanan pinjaman dan pengelolaan modal yang efisien. Tahap implementasi diwujudkan dengan mempercepat proses pinjaman, menurunkan suku bunga, meningkatkan pelayanan, serta memperluas usaha dagang koperasi guna percepatan perputaran modal. Sementara itu, tahap evaluasi dilakukan secara berkala melalui RAT untuk meninjau pencapaian, mengidentifikasi kendala, dan menetapkan target operasional berikutnya demi menjaga keberlangsungan serta penguatan koperasi secara menyeluruh. Dampak positif penerapan strategi di Koperasi MTsN 1 Kota Palangka Raya sangat terlihat, dengan pendapatan yang meningkat hingga lebih dari 500 juta rupiah sampai tahun 2024 dan kenaikan SHU yang dialokasikan untuk dana pendidikan serta dibagikan kepada anggota.
Dynamics of Productive Zakat Implementation in Empowering MSMEs Mustahik: A Case Study of BAZNAS Palangka Raya City Amanda Nur Fatimah; Rofi'i; Arif Mubarok
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 8 No. 1 (2026): All articles in this issue include authors from 3 countries of origin (Indonesi
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v8i1.9662

Abstract

Productive zakat is an important instrument in empowering Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), especially for those entitled to receive aid (mustahik) who face limitations in capital, business facilities, and managerial capacity. However, at the local level, the implementation of the productive zakat program still faces various institutional and operational challenges. This study aims to analyze the dynamics of productive zakat implementation in empowering MSMEs entitled to receive aid through a case study of BAZNAS Palangka Raya City. This study uses a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with BAZNAS managers and beneficiary mustahik, supported by field observations and document analysis. The results show that the implementation of productive zakat in Palangka Raya City is mostly realized through the provision of productive assets, such as business carts, Z-Mart facilities, and MSME tents, which contribute to increasing productive activities and initial income of mustahik. However, program implementation still faces obstacles such as limited human resources, uneven mentoring, and weak post-assistance monitoring, which impacts the sustainability of MSME development. These findings indicate that the implementation of productive zakat still tends to be asset-based and has not been fully integrated with sustainable mentoring and capacity-building mechanisms. Therefore, strengthening institutional capacity and implementing a more comprehensive empowerment approach are crucial to increasing the effectiveness and sustainability of productive zakat programs at the local level