Penelitian kali ini mengkaji performa keuangan milik PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) dengan penekanan pada rasio likuiditas selama periode 2021 hingga 2023. Dalam konteks persaingan bisnis yang semakin intens, perusahaan perlu menunjukkan performa keuangan yang kuat dan pengelolaan likuiditas yang efisien. Sebagai entitas yang beroperasi di sektor penyewaan kendaraan dan logistik terintegrasi, PT Adi Sarana Armada Tbk menghadapi tantangan dalam pemenuhan kewajiban jangka pendeknya di tengah perubahan yang laju dalam industri transportasi dan logistik. Metodologi yang diimplementasikan pada penelitian kali ini merupakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan penggunaan bentuk data sekunder berjenis laporan tahunan dan keuangan perusahaan. Analisis difokuskan terhadap tiga komponen utama rasio likuiditas sebagai berikut, yaitu : Current Ratio, Quick Ratio, dan yang terakhir adalah Cash ratio. Data yang didapat berasal dari laporan tahunan dan keuangan milik perusahaan yang telah terpublikasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta pengambilan laporan lain dari situs resmi perusahaan. Hasil penelitian tersebut secara mendetail menjelaskan bahwa rasio likuiditas PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) bervariasi antara periode 2021 dan 2023. Current Ratio tercatat 0,9 di tahun 2021, kemudian turun menuju 0,86 pada tahun 2022, dan sedikit naik menjadi 0,88 pada tahun 2023. Quick Ratio juga menunjukkan penurunan dari sebesar 0,87 di tahun 2021 menjadi 0,83 pada tahun 2022, hingga setelahnya naik menjadi 0,84 di tahun 2023. Cash Ratio mengalami kenaikan dari 0,38 pada tahun 2021 menuju 0,52 di tahun 2022, kemudian turun lagi menjadi 0,46 di tahun 2023. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi dalam rasio likuiditas selama periode tersebut; current ratio mengalami peningkatan dari 2021 ke 2022 namun menurun pada 2023, sedangkan quick ratio menunjukkan pola yang serupa, mendeskripsikan kecakapan organisasi dalam pemenuhan utang jangka pendeknya tanpa bertumpu pada persediaan yang ada. Cash ratio menunjukkan variasi yang lebih besar, menggambarkan dinamika dalam pengelolaan kas perusahaan. Walaupun terdapat fluktuasi, Perusahaan masih mempunyai tingkat likuiditas dalam batas yang diperlukan untuk memenuhi utang jangka pendeknya.. Namun, ada peluang untuk mengoptimalkan pengelolaan aset lancar guna meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat posisi likuiditas. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi manajemen untuk memperbaiki kinerja likuiditas dan menjaga kesehatan finansial perusahaan secara berkelanjutan, serta menekankan pentingnya pengelolaan likuiditas yang efektif dalam menghadapi tantangan industri yang terus berubah.