Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Klasifikasi citra asap kebakaran hutan untuk monitoring lingkungan berbasis CNN Yun Muntarti; Alfi Zahra Muharramah; Fiqrah Idhul Dwi; Yabrina Angelika Rantelili; Ilham Julian Effendi
INFOTECH : Jurnal Informatika & Teknologi Vol 6 No 2 (2025): INFOTECH: Jurnal Informatika & Teknologi
Publisher : LPPMPK - Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/infotech.v6i2.1645

Abstract

Kebakaran hutan merupakan ancaman serius bagi ekosistem dan kesehatan manusia karena menghasilkan asap berbahaya dan merusak lingkungan secara luas. Deteksi dini kebakaran menjadi tantangan penting, terutama dalam mengidentifikasi asap secara akurat melalui citra. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem klasifikasi citra asap kebakaran hutan menggunakan metode Convolutional Neural Network (CNN) untuk mendukung monitoring lingkungan secara real-time. Dataset yang digunakan bersifat sekunder dan terdiri dari 10.500 citra yang diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama: noSmoke, smoke, dan fire, yang mewakili berbagai kondisi kebakaran hutan. Metode penelitian mencakup preprocessing citra, konversi ke format yang sesuai, serta pelatihan model CNN dengan teknik early stopping untuk mencegah overfitting. Model dilatih selama 17 dari 20 epoch yang direncanakan. Hasil pengujian menunjukkan akurasi klasifikasi sebesar 95%, dengan nilai presisi dan recall rata-rata 0,95, yang menandakan kemampuan model dalam mengidentifikasi pola visual asap secara efektif. Tantangan utama dalam penelitian ini adalah penanganan citra kabur atau berkualitas rendah. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan deep learning berbasis CNN memiliki potensi signifikan dalam membangun sistem deteksi asap kebakaran hutan yang akurat dan responsif.
Deteksi Penyakit Kulit pada Wajah Menggunakan Pendekatan Semi-Supervised Deep Learning Berbasis Mobilenetv2 dengan Visualisasi Grad-Cam (Studi Kasus: Klinik Astrit Harianto Dermatologi) yun muntarti; LM. Bahtiar Aksara Aksara; Adha Mashur Sajiah
Jurnal SITECH : Sistem Informasi dan Teknologi Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL SITECH VOLUME 9 NO 1 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit kulit wajah seperti jerawat (acne), melasma, dan milia merupakan gangguan dermatologis yang sering ditemukan serta dapat memengaruhi kesehatan dan kepercayaan diri penderitanya. Proses diagnosis sebagian besar pemeriksaan hingga saat ini masih mengandalkan pengamatan langsung yang dilakukan oleh dokter spesialis kulit yang menyebabkan prosesnya membutuhkan durasi yang lebih lama dan keahlian khusus. Penelitian ini difokuskan pada pengembangan sistem yang mampu mendeteksi penyakit kulit wajah dengan memanfaatkan pendekatan Semi-Supervised learning berbasis MobileNetV2 dengan metode pseudo-labeling dan visualisasi Grad-CAM. Dataset penelitian terdiri atas empat kelas, yaitu jerawat, melasma, milia, dan normal. Sebanyak 2.000 citra berlabel digunakan sebagai data utama yang dibagi menjadi 1.600 data pelatihan dan 400 data validasi. Selain itu, penelitian memanfaatkan 500 citra tidak berlabel yang diproses menggunakan metode pseudo-labeling dengan confidence threshold sebesar 0,90. Hasil proses pseudo-labeling menghasilkan 297 citra pseudo-label yang kemudian digabungkan dengan data berlabel sehingga membentuk dataset Semi-Supervised learning sebanyak 2.297 citra. Pada tahap prapemrosesan, citra diubah ukurannya menjadi 224×224 piksel, kemudian dilakukan normalisasi serta augmentasi data. Model MobileNetV2 dikembangkan melalui penerapan transfer learning dan fine-tuning, kemudian kinerjanya dievaluasi berdasarkan metrik accuracy, precision, recall, dan F1-score. Berdasarkan hasil pengujian, model yang diusulkan menunjukkan penerapan Semi-Supervised learning meningkatkan accuracy model dari 90,75% menjadi 91,75%. Model akhir memperoleh accuracy sebesar 91,75%, precision sebesar 93,33%, recall sebesar 91,00%, dan F1-score sebesar 92,15%. Selain itu, visualisasi Grad-CAM menunjukkan bahwa model dapat mengidentifikasi dan memberikan fokus pada bagian lesi yang relevan dengan karakteristik masing-masing penyakit kulit wajah sehingga meningkatkan interpretabilitas hasil prediksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Semi-Supervised learning berbasis MobileNetV2 dengan pseudo-labeling dan Grad-CAM mampu memanfaatkan data tidak berlabel secara efektif serta menghasilkan performa klasifikasi yang baik untuk mendukung skrining awal penyakit kulit wajah.