Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kewafatan Nabi Isa As Analisis Intertekstualitas Julia Kristeva (Studi Komparatif) Agnes Febiola Maneza
Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan Vol 2 No 01 (2026): Al Hudaya: Jurnal Ilmu Al Quran dan Pendidikan
Publisher : Al-Hudaya: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kisah Nabi Isa ‘alaihissalam dalam Al-Qur'an tergolong komprehensif, terutama terkait kewafatan dan kedatangannya di akhir zaman yang masih menjadi perdebatan. Terdapat perbedaan pandangan di kalangan umat Islam mengenai status kewafatan Nabi Isa; sebagian berpendapat beliau wafat secara umum setelah disalib, sementara yang lain meyakini beliau diangkat oleh Allah SWT dalam keadaan hidup. Hal serupa terjadi dalam eskatologi Islam, di mana sebagian meyakini kembalinya Nabi Isa sebagai tanda kiamat, namun sebagian lainnya meragukan kepastiannya karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah dinobatkan sebagai penutup para nabi. Kontroversi ini tidak hanya terjadi antar keyakinan, melainkan juga di kalangan umat Muslim sendiri akibat beragam penafsiran terhadap ayat-ayat terkait. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kehidupan Nabi Isa serta pemaknaan istilah yang digunakan Al-Qur'an dalam menyebutnya. Secara khusus, kajian ini mengungkap penafsiran Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-Azim mengenai kewafatan dan kedatangan Nabi Isa di akhir zaman, serta membandingkannya dengan pandangan lain, khususnya Tafsir Al-Azhar. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yang dianalisis menggunakan teori intertekstualitas Julia Kristeva. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam penyebutan kewafatan Nabi Isa antara Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Azhar. Selain itu, analisis intertekstualitas mengungkapkan adanya modifikasi teks antara kedua kitab tafsir tersebut dalam memaknai mukjizat dan peristiwa kewafatan Nabi Isa. Temuan ini menegaskan bahwa perbedaan penafsiran tersebut dipengaruhi oleh konteks dan pendekatan hermeneutika masing-masing mufasir.