Padmi Dhyah Yulianti
Bimbingan Dan Konseling, FIP, Universitas PGRI Semarang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Pengasuhan melalui Mindful Parenting: Studi pada Orang Tua Anak Usia Dini Arri Handayani; Padmi Dhyah Yulianti; Agus Setiawan
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i6.6251

Abstract

Kelekatan orang tua-anak yang terbangun pada usia dini menjadi fondasi perkembangan selanjutnya. Dengan demikian penting bagi para orang tua untuk memahami dan mengambil tindakan  secara sadar dalam mengasuh anak sejalan dengan konsep mindful parenting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ketrampilan pengasuhan anak usia dini sebelum dan sesudah pelatihan mindful parenting.  Variabel penelitian adalah pelatihan mindful parenting dan ketrampilan pengasuhan. Metode penelitian  Pre-Experimental Design, dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian ibu-ibu PKK di Kota Semarang yang berjumlah 50 orang. Teknik sampling dengan purposive sampling. Instrumen penelitian  menggunakan Interpersonal Mindfulness in Parenting (IM-P) scale (31 items, α = .953). Durasi waktu pelatihan mindful parenting adalah 2 hari dengan berpedoman pada panduan modul mindful parenting yang dibuat peneliti.  Hasil penelitian membuktikan  ada perbedaan ketrampilan pengasuhan anak usia dini sebelum dan sesudah pelatihan mindful parenting (p= .000,  p<0.05). Hal ini ditunjukkan dengan responden penelitian yang semakin memahami pentingnya mendengarkan dan berbicara, tidak menghakimi anak, memahami pentingnya mengelola emosi, bijaksana dalam pengasuhan serta welas asih kepada anak.
STUDI FENOMENOLOGI: PENGALAMAN KONTROL DIRI KLIEN INTERVENSI BERBASIS MASYARAKAT (IBM) DALAM PENYALAHGUNAAN NARKOBA Sambrina Aulia Lusiana; Siti Fitriana; Padmi Dhyah Yulianti
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 9, No 1 (2026): Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v9i1.1237

Abstract

Drug abuse is a complex issue that involves not only medical aspects but also requires self-control skills so that individuals can maintain the recovery process and prevent relapse. This study aims to explore in depth the self-control experiences of Community-Based Intervention (IBM) Mekar Berseri clients involved in drug abuse, focusing on behavioral control, cognitive control, and decision-making control during the rehabilitation period. This study uses a qualitative approach with a phenomenological design to explore the clients' subjective experiences from their own perspectives. The study participants were three IBM clients selected using a purposive sampling technique in accordance with the research criteria. Data collection was conducted through semi-structured interviews to obtain in-depth data. Data analysis was conducted using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) with the help of NVivo software. The results showed that clients' self-control developed in three main aspects. In the behavioral control aspect, clients were able to divert themselves to positive activities, avoid triggering situations, and refuse risky invitations. In the cognitive control aspect, clients were able to calm their minds, maintain a positive mindset, and think before acting. Meanwhile, in terms of decision-making control, clients were able to consider the consequences of their actions, choose more adaptive decisions, and link life choices to long-term recovery goals. These findings indicate that IBM plays a crucial role as a community based rehabilitation method in continuously strengthening clients' self-control.upports the ongoing strengthening of clients' self-control
PENGARUH SELF AWARENESS TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR SISWA SMA Tia Priandhany; Dini Rakhmawati; Padmi Dhyah Yulianti
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 9, No 1 (2026): Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v9i1.1250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-awareness dengan pengambilan keputusan karir pada siswa kelas XI SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang. Ruang lingkup penelitian difokuskan pada peran kesadaran diri sebagai faktor psikologis internal yang memengaruhi kesiapan siswa dalam menentukan pilihan karir pada fase eksplorasi remaja akhir. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 250 siswa dengan sampel sebanyak 152 siswa yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling berdasarkan tabel Krejcie dan Morgan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala self-awareness dan pengambilan keputusan karir yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji linearitas, dan regresi linear sederhana menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan memiliki hubungan linear sehingga layak untuk analisis regresi. Persamaan regresi menunjukkan adanya pengaruh positif self-awareness terhadap pengambilan keputusan karir, dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-awareness siswa, semakin baik kemampuan mereka dalam menentukan keputusan karir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-awareness merupakan faktor penting yang berkontribusi signifikan terhadap pengambilan keputusan karir siswa SMA. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan layanan bimbingan dan konseling karir di sekolah.
Mekanisme bermain peran dalam permainan simulasi: meningkatkan pengelolaan emosi remaja awal melalui bimbingan kelompok Nia Wahyu Prabawati; Arri Handayani; Padmi Dhyah Yulianti
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces690200

Abstract

Kemampuan mengelola emosi yang belum berkembang secara optimal dapat memengaruhi kemampuan siswa dalam menyesuaikan diri, berpartisipasi aktif, serta mengambil keputusan yang tepat di lingkungan sekolah. Penelitian ini guna mengetahui efektivitas bimbingan kelompok teknik simulation games dalam meningkatkan kemampuan mengelola emosi pada siswa sekolah menengah pertama. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Responden penelitian berjumlah sepuluh siswa yang memiliki kemampuan mengelola emosi pada kategori rendah dan dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kemampuan mengelola emosi yang terdiri atas 33 butir pernyataan dan telah memenuhi persyaratan validitas serta reliabilitas. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (Sig. < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah pemberian layanan. Rata-rata skor siswa meningkat dari 73,7 pada saat pretest menjadi 100,0 pada posttest. Peningkatan juga terlihat pada seluruh aspek kemampuan mengelola emosi, dengan kenaikan tertinggi pada aspek dapat dipercaya dan kenaikan terendah pada aspek adaptasi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok melalui teknik simulation games efektif dalam meningkatkan kemampuan mengelola emosi siswa sekolah menengah pertama.
Pelatihan Pengelolaan Stres dan Burnout Pada Guru dan Tenaga Kependidikan di SD. Hj. Isriati Baiturahman 2 Semarang Padmi Dhyah Yulianti; Gregorius Roehastono Ajie; Yovitha Yuliejantiningsih; Wiwik Kusdaryani
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.32634

Abstract

Quality people are an asset and the future of the nation. Creating superior quality human resources can be achieved through a high-quality learning process. Such learning involves teachers who possess adequate teaching competencies and maintain good mental health. To support their role, teachers exert significant effort in the learning process. The extent of their contribution to educating future generations makes them vulnerable to mental health issues. One such vulnerability is the experience of stress and work-related fatigue (burnout). If stress and burnout are not properly managed, they can lead to serious mental health problems and negatively affect work productivity. This community service initiative contributes through training programs that optimize stress management strategies, drawing from the perspectives of teachers, school principals, and school management. The stress and burnout management training involved 45 teachers and educational staff at SD Hj. Isriati Baiturrahman 2 Semarang. As a result of this program, teachers and educational staff reported increased knowledge about stress and burnout, and improved skills in handling typical workplace pressures. Based on evaluation outcomes, future service initiatives are recommended to include competency-based training for teachers and educational staff, as well as increased recognition and rewards for training participants.   Manusia berkualitas adalah aset sekaligus masa depan bangsa. Untuk menciptakan kualitas SDM unggul dapat diperoleh melalui pembelajaran yang berkualitas. Pembelajaran berkualitas akan dapat dicapai jika ada pelibatkan guru/tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi dan kondisi kesehatan mental memadai. Namun demikian, studi menunjukkan tingginya prevalensi stres dan burnout serta kerentanan yang dihadapi oleh guru SD. Kondisi rentan tekanan dan burnout jika tidak dikelola dengan baik dapat memicu permasalahan psikologis, memengaruhi kesehatan mental guru dan berdampak pada kualitas pembelajaran di sekolah. Guna menunjang pekerjaannya, guru/ tenaga kependidikan melakukan upaya optimal dalam proses pembelajaran. Besarnya upaya yang dilakukan untuk turut berkontribusi dalam mendidik generasi masa depan, membuatnya memiliki sisi rentan dalam masalah kesehatan mental. Kerentanan yang dialami dapat berupa mengalami tekanan (stress) dan kelelahan kerja (burnout).  Kondisi stres dan burnout yang tidak terkelola dengan baik membawa pada permasalahan kesehatan mental serta berdampak pada produktivitas kerjanya. Tim pengabdian berkontribusi melalui pelatihan dengan mengoptimalkan strange based dari sisi guru, kepala sekolah dan managemen sekolah. Pengabdian dilakukan pada 45 orang guru dan tenaga kependidikan di SD. Hj. Isriati Baiturrahman 2 Semarang. Hasil pengabdian menunjukkan guru dan tenaga kependidikan setelah mendapatkan pelatihan pengelolaan stres dan burnout memiliki peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola stress dan burnout. Berdasarkan hasil evaluasi, saran untuk pengabdian selanjutnya untuk memberikan pelatihan kompetensi pada guru dan tenaga kependidikan serta memperbanyak pemberian reward pada peserta pelatihan.