This study aims to analyze the implementation of a local wisdom-based literacy program at the Community Reading Center (Taman Bacaan Masyarakat/TBM) Rumah Peradaban SNC Fannaz and its contribution to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 4 (Quality Education), SDG 10 (Reduced Inequalities), and SDG 11 (Sustainable Cities and Communities). This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with managers, volunteers, and beneficiaries, participatory observation of literacy activities, and documentation studies of the TBM program. Data were analyzed interactively through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through triangulation and member checking. The findings reveal that the literacy program at TBM Rumah Peradaban SNC Fannaz integrates Mandailing and Melayu Deli local wisdom through activities such as reading and storytelling of folklore, intergenerational literacy, the use of local languages, and the involvement of young volunteers as facilitators of cultural literacy. This approach has been proven to enhance reading interest, strengthen participants’ cultural identity, broaden access to inclusive non-formal education, and promote community social cohesion. However, the study also identified several challenges, including limited collections of local cultural materials, managerial capacity that has not been systematically documented, funding constraints, and the still suboptimal integration of digital literacy based on local content. Overall, this study confirms that local wisdom-based literacy in TBM has the potential to become a contextual, inclusive, and sustainable model of non-formal education, while also making a tangible contribution to the achievement of the SDGs at the community level. These findings are expected to serve as a reference for TBM managers, local governments, and policymakers in developing culture-based literacy programs oriented toward sustainable development. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program literasi berbasis kearifan lokal di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Peradaban SNC Fannaz serta kontribusinya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 10 (Pengurangan Ketimpangan), dan SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengelola, relawan, dan penerima manfaat, observasi partisipatif terhadap kegiatan literasi, serta studi dokumentasi program TBM. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan menjamin keabsahan data melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program literasi di TBM Rumah Peradaban SNC Fannaz mengintegrasikan kearifan lokal Mandailing dan Melayu Deli melalui kegiatan membaca dan mendongeng cerita rakyat, literasi lintas generasi, penggunaan bahasa daerah, serta pelibatan relawan muda sebagai fasilitator literasi budaya. Pendekatan ini terbukti meningkatkan minat baca, memperkuat identitas budaya peserta, memperluas akses pendidikan nonformal yang inklusif, serta mendorong kohesi sosial komunitas. Namun demikian, penelitian juga menemukan sejumlah tantangan, seperti keterbatasan koleksi budaya lokal, kapasitas manajerial yang belum terdokumentasi secara sistematis, keterbatasan pendanaan, serta belum optimalnya integrasi literasi digital berbasis konten lokal. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa literasi berbasis kearifan lokal di TBM berpotensi menjadi model pendidikan nonformal yang kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs di tingkat komunitas. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengelola TBM, pemerintah daerah, dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan program literasi berbasis budaya lokal yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan