Muhammad Hafizh
UIN Palangka Raya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Etika Pengasuhan Anak dalam Hadis Nabi dan Al-Qur’an: Relevansi bagi Parenting Modern Muhammad Hafizh; Fitri A
Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 2 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jsiat.v2i3.303

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis etika pengasuhan anak dalam hadis Nabi dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan normatif utama serta menilai relevansinya terhadap praktik parenting modern di era kontemporer. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan hermeneutika-normatif melalui studi pustaka terhadap hadis-hadis sahih dan ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan pengasuhan anak. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur dan dianalisis secara komparatif-kritis untuk menemukan keterkaitan antara nilai keislaman dan konsep parenting modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika pengasuhan dalam hadis menekankan prinsip kasih sayang, keadilan, tanggung jawab, dan pembinaan akhlak sebagai fondasi utama pendidikan anak. Nilai tersebut sejalan dengan pendekatan parenting modern yang menekankan hubungan emosional, komunikasi efektif, dan pembentukan kemandirian anak. Integrasi antara nilai Qur’ani dan Nabawi dengan pendekatan kontemporer terbukti mampu memberikan solusi konseptual terhadap berbagai tantangan pengasuhan seperti pengaruh media digital, krisis moral, serta berkurangnya interaksi keluarga. Dengan demikian, etika pengasuhan berbasis hadis dan Al-Qur’an tidak hanya relevan secara normatif tetapi juga aplikatif dalam menjawab problematika parenting modern secara holistik, berkelanjutan, dan kontekstual serta berkontribusi dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan adaptif terhadap perubahan sosial yang dinamis. Selain itu penelitian ini juga menegaskan pentingnya peran orang tua sebagai teladan utama dalam proses pendidikan keluarga serta perlunya penguatan nilai spiritual sebagai dasar pembentukan karakter anak sejak usia dini agar tercipta keseimbangan antara aspek intelektual, emosional, dan moral dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menghadapi tantangan global secara bijak dan bertanggungjawab.