Indra Budiman
Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALYSIS OF SELF-CONFIDENCE LEVELS AMONG NINTH-GRADE STUDENTS AT MTSs AL-ASYIROT USSYAFIIYYAH Adinda Nisa Apriati; Indra Budiman
EMTEKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/emteka.v7i1.7818

Abstract

This study aims to analyze the contribution of ethnomathematics in contextual mathematics learning to the development of junior secondary students’ mathematical reasoning and problem-solving skills using a Systematic Literature Review (SLR) approach following the PRISMA 2020 framework. A total of 15 selected articles were analyzed qualitatively based on relevance, recency, and full-text availability criteria. The results indicate that ethnomathematics is implemented through the exploration of local culture, integration of mathematical concepts into real-life contexts, and the development of contextual learning media. This approach supports the development of mathematical reasoning and enhances problem-solving skills through reflective processes. Furthermore, it creates more meaningful learning experiences, increases students’ motivation, and strengthens conceptual understanding. These findings provide an empirical basis for developing innovative, contextual, and culturally relevant mathematics learning. Kepercayaan diri (self-confidence) merupakan keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan tugas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepercayaan diri siswa kelas IX di MTs Al-Asyirotussafiiyyah dalam pembelajaran matematika menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan berupa angket dengan indikator 1)percaya pada kemampuan diri sendiri; 2)bertindak mandiri dalam mengambil keputusan; 3)memliki konsep diri yang positif; 4)berani mengungkapkan pendapat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih kurang percaya diri terhadap kemampuan mereka, meskipun ada yang memiliki rasa percaya diri lebih tinggi. Kepercayaan diri terbukti memengaruhi keberhasilan pembelajaran matematika, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkannya
MATHEMATICAL REASONING CHARACTERISTICS ACROSS ABILITY LEVELS IN METACOGNITIVE-BASED DEEP LEARNING Rivka Larose Lubis; Ramlah Ramlah; Indra Budiman
EMTEKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2026): Article In Press
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/emteka.v7i2.11880

Abstract

Mathematical reasoning ability is an essential competency in mathematics learning; however, many students still experience difficulties in constructing arguments, applying concepts, and drawing logical conclusions. Metacognitive-based deep learning is expected to support reasoning development by encouraging students to plan, monitor, and evaluate their thinking processes. This study aimed to describe the characteristics and levels of junior high school students’ mathematical reasoning ability in a metacognitive-based deep learning environment. A descriptive quantitative approach was employed involving 31 seventh-grade students of SMP Yos Sudarso Karawang. Data were collected through a mathematical reasoning test consisting of two essay items based on four indicators: making conjectures, applying mathematical concepts, carrying out logical procedures, and drawing conclusions. The instrument met the criteria of validity, reliability, discrimination index, and difficulty index. The results showed that 6.45% of students were categorized as high, 70.97% as medium, and 22.58% as low. High-level students fulfilled all reasoning indicators, medium-level students showed weaknesses in procedures and conclusions, and low-level students experienced difficulties in concepts, procedures, and conclusions. These findings provide a deeper understanding of students’ mathematical reasoning characteristics across ability levels and may inform more reflective mathematics instruction. Kemampuan penalaran matematis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika, namun masih banyak peserta didik yang mengalami kesulitan dalam menyusun argumen, menerapkan konsep, dan menarik kesimpulan secara logis. Deep learning berbasis metakognitif diharapkan dapat mendukung pengembangan penalaran melalui kegiatan merencanakan, memantau, dan mengevaluasi proses berpikir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik dan level kemampuan penalaran matematis peserta didik SMP dalam pembelajaran deep learning berbasis metakognitif. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 31 peserta didik kelas VII SMP Yos Sudarso Karawang. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan penalaran matematis yang terdiri atas dua soal uraian berdasarkan empat indikator. Instrumen telah memenuhi kriteria validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan indeks kesukaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6,45% peserta didik berada pada level tinggi, 70,97% pada level sedang, dan 22,58% pada level rendah. Peserta didik pada level tinggi memenuhi seluruh indikator penalaran, peserta didik pada level sedang masih menunjukkan kelemahan pada prosedur dan kesimpulan, sedangkan peserta didik pada level rendah mengalami kesulitan dalam konsep, prosedur, dan kesimpulan. Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai karakteristik penalaran matematis pada setiap level kemampuan dan dapat menjadi pertimbangan dalam pembelajaran matematika yang lebih reflektif.