Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan produk makanan selingan sehat berupa puding lidah buaya (Aloe vera) dengan penambahan susu kedelai hitam (Glycine max) sebagai alternatif bagi penderita Diabetes Mellitus (DM) tipe II. Penyakit DM tipe II merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah, sehingga diperlukan makanan yang rendah gula, tinggi serat, dan memiliki indeks glikemik rendah. Lidah buaya dikenal memiliki senyawa bioaktif seperti polisakarida dan antidioksidan yang berpotensi membantu mengatur kadar gula darah. Susu kedelai hitam kaya akan protein nabati, isoflavon, dan serat, sehingga dapat menunjang pengendalian glukosa darah dan meningkatkan nilai gizi puding. Metode penelitian ini meliputi tahap formulasi puding dengan berbagai konsentrasi susu kedelai hitam, pengujian organoleptik (rasa, aroma, tekstur, dan warna) menggunakan skala hedonik, serta analisis kandungan nutrisi (karbohidrat, protein, lemak, serat) dan kadar gula. Produk puding yang dihasilkan diuji untuk menilai tingkat penerimaan konsumen dan kesesuaian gizi bagi penderita DM tipe II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan susu kedelai hitam pada puding lidah buaya memberikan peningkatan cita rasa, aroma, dan tekstur, serta menghasilkan puding dengan kadar gula lebih rendah dan serat lebih tinggi dibandingkan puding konvensional. Tingkat penerimaan konsumen terhadap formulasi terbaik mencapai skor tinggi pada pengujian organoleptik, sehingga layak untuk dikonsumsi sebagai makanan selingan sehat. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa puding lidah buaya dengan susu kedelai hitam dapat menjadi alternatif makanan selingan yang sehat, rendah gula, dan tinggi serat untuk penderita DM tipe II. Produk ini diharapkan dapat membantu penderita DM dalam menjaga kadar gula darah, meningkatkan kepatuhan diet, serta menyediakan variasi makanan yang menyenangkan dan bernutrisi.