Bencana alam merupakan peristiwa yang dapat menimbulkan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat, baik dari segi sosial maupun ekonomi. Wilayah rawan bencana di Kecamatan Tukka memiliki potensi risiko terhadap berbagai jenis bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Dampak pasca bencana tidak hanya berupa kerusakan fisik dan infrastruktur, tetapi juga memengaruhi kondisi sosial masyarakat seperti terganggunya aktivitas pendidikan, perubahan struktur sosial, trauma psikologis, serta menurunnya interaksi sosial. Dari sisi ekonomi, bencana dapat menyebabkan hilangnya mata pencaharian, kerusakan lahan pertanian, menurunnya pendapatan rumah tangga, serta meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan. Penelitian dengan judul “Analisis Dampak Sosial dan Ekonomi Pasca Bencana Alam di Wilayah Rawan di Kecamatan Tukka Tahun 2025” bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif dampak sosial dan ekonomi yang dialami masyarakat setelah terjadinya bencana, serta mengidentifikasi upaya pemulihan yang telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei analitik dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap masyarakat terdampak di wilayah rawan bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara sosial, masyarakat mengalami gangguan aktivitas pendidikan dan pekerjaan, munculnya rasa cemas dan ketidakpastian, serta menurunnya kualitas interaksi sosial dalam beberapa bulan pertama pasca bencana. Secara ekonomi, sebagian besar responden mengalami penurunan pendapatan akibat rusaknya tempat usaha, lahan pertanian, maupun sarana produksi. Namun demikian, adanya bantuan pemerintah, dukungan lembaga sosial, serta solidaritas masyarakat setempat berperan penting dalam mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan mitigasi dan program pemulihan pasca bencana yang lebih efektif, khususnya di Kecamatan Tukka. Selain itu, hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta ketahanan sosial ekonomi masyarakat di wilayah rawan bencana.