p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal LEBAH
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Pertolongan Pertama Pada Korban Kecelakaan Lalu Lintas Di Sma N 1 Sibolga Sempakata Kahban; Astri Puspita Sari Laia; Leony Siregar
Lebah Vol. 18 No. 4 (2025): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i4.385

Abstract

Angka kejadian kecelakaan lalu lintas meningkat setiap tahunnya. Kematian akibat akibat kecelakaan lalu lintas meningkat terutama di negara – negara berkembang. Angka kecelakaan di Indonesia menduduki peringkat ke-8 di dunia dan urutan ke 3 untuk angka kematian akibat kecelakaan. Korban kecelakaan di Indonesia didominasi oleh kelompok usia produktif terutama pada pelajar dan mahasiswa. Pengabdian kepada masyarakat mengenai edukasi kecelakaan lalu lintas di SMA Negeri 1 Sibolga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa tentang pentingnya keselamatan berkendara. Kegiatan ini dilaksanakan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, serta penyampaian materi terkait penyebab, dampak, dan cara pencegahan kecelakaan lalu lintas. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa terhadap pentingnya keselamatan di jalan. Diharapkan melalui edukasi ini, siswa dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Sebagian besar pertolongan pertama pada korban kecelakaan dilakukan oleh masyarakat di tempat kejadian. Namun banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui cara menolong korban yang baik dan benar pada saat setelah kecelakaan terjadi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA N 1 Sibolga dalam pertolongan pertama korban kecelakaan. Metode pengabdian masyarakat dilakukan melalui edukasi pertolongan pertama korban kecelakaan dilaksanakan secara dalam jaringan (daring) melalui google meeting. Sebanyak 25 orang siswa dilibatkan sebagai peserta. Pengetahuan peserta sebelum dan setelah mengikuti edukasi kesehatan diidentifikasi menggunakan pre-test dan post-test yang berisi 10 pertanyaan multiple choice melalui google form. Pengetahuan peserta dalam pertolongan pertama korban kecelakaan lalu lintas disajikan dalam bentuk grafik. Rata – rata skor pre-test menunjukkan nilai 54,50 poin dan meningkat pada post – test sebesar 84,80 poin. Ini menunjukkan bahwa edukasi pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas di SMA N 1 Sibolga dapat meningkatkan pengetahuan peserta pada ranah kognitif. Disarankan untuk organisasi didalam sekolah maupun sekolah itu sendiri untuk dapat meningkatkan kerjasama dengan pihak puskesmas dalam simulasi pertolongan pertama kecelakaan sehingga siswa SMA memiliki kemampuan untuk menolong korban kecelakaan lalu lintas
Pemeriksaan Penyakit Tidak Menular Di Pondok Batu Rt 02/ Rw 03, Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah Siti Ratna Harefa; Leony Siregar; Dedi Mizwar Tarihoran; Jenni Susi Sihite; Rizkyandi
Lebah Vol. 18 No. 4 (2025): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i4.390

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian di dunia. PTM dapat diketahui dengan melakukan deteksi dini dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol darah, gula darah dan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT). Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pemeriksaan faktor risiko penyakit tidak menular meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, kadar glukosa dalam darah, dan kadar asam urat. Kegiatan ini dilakukan pada hari Kamis, tanggal 25 September 2025. Lokasi Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan di Pondok Batu  RT 02/ RW 03, Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh 24 warga. Berdasarkan pemeriksaan PTM didapatkan hasil 41,67% warga mengalami hipertensi, 20,83% warga hiperkolesterolemia, 8,33% mengalami hiperglikemi, dan 8,33% mengalami hiperurisemia