Mutu pendidikan merupakan instrumen krusial yang menentukan keberhasilan dan keberlanjutan sebuah lembaga pendidikan. Kualitas yang unggul tidak hanya mencerminkan efektivitas manajemen sekolah dan profesionalisme guru, tetapi juga menunjukkan relevansi kurikulum terhadap kebutuhan zaman. Dalam ekosistem ini, kepala sekolah memegang peranan sentral sebagai nakhoda yang merancang serta mengimplementasikan kebijakan strategis guna memperkuat budaya mutu di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun mutu lembaga melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan secara komprehensif menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi. Penentuan informan dilakukan secara purposive, melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan sarana prasarana, tenaga pendidik, hingga ketua komite sekolah sebagai representasi pemangku kepentingan. Proses analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, hingga penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa peningkatan budaya mutu diimplementasikan melalui pendekatan sistematik yang mencakup lima pilar utama: (1) internalisasi visi-misi sebagai landasan operasional; (2) peningkatan kompetensi pedagogis guru; (3) penciptaan lingkungan organisasi berbasis nilai budaya; (4) optimalisasi sarana penunjang pembelajaran, dan (5) penguatan kemitraan strategis dengan orang tua dan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang strategis sangat vital dalam menjaga standar mutu, khususnya pada jenjang Taman Kanak-Kanak, demi menciptakan fondasi pendidikan yang berkelanjutan.