Munawarah
Institut Agama Islam Negeri Bone, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KEMISKINAN, PENDIDIKAN DAN KESEHATAN TERHADAP RENDAHNYA INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) KABUPATEN BONE Adryan Irawan; Munawarah; Bahri Syamsul
AL-IQTISHAD: Jurnal Ekonomi Vol. 17 No. 2 (2025): AL-IQTISHAD: JURNAL EKONOMI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/aliqtishad.v17i2.11455

Abstract

Indeks Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator pembangunan yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan pembangunan manusia secara komprehensif. IPM tidak hanya menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kualitas hidup masyarakat. Pengukuran IPM didasarkan pada tiga dimensi utama, yaitu pendidikan, kesehatan, dan kemampuan ekonomi. Dimensi pendidikan tercermin dari tingkat melek huruf dan rata-rata lama sekolah, dimensi kesehatan diukur melalui angka harapan hidup, sedangkan dimensi kemampuan ekonomi dilihat dari tingkat pendapatan atau daya beli masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan terhadap IPM di Kabupaten Bone selama periode 2011–2021, baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan adalah ex post facto, dengan menganalisis data yang telah terjadi tanpa melakukan manipulasi terhadap variabel penelitian. Analisis dilakukan untuk mengetahui hubungan serta besarnya pengaruh masing-masing variabel terhadap IPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel kemiskinan tidak berpengaruh signifikan terhadap IPM dengan nilai signifikansi 0,825 (>0,05). Sebaliknya, pendidikan berpengaruh signifikan terhadap IPM dengan nilai signifikansi 0,04 (<0,05), demikian pula kesehatan yang memiliki nilai signifikansi 0,034 (<0,05). Secara simultan, kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap IPM dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan berkontribusi nyata dalam mendorong pembangunan manusia di Kabupaten Bone.
Minat Penggunaan Peer To Peer Lending : Bukti Empiris Berbasis Kesadaran Konsumsi Islami & Literasi Keuangan Digital Fatmawati; Munawarah; Muh Hasbi Ash Shiddiq
AL-IQTISHAD: Jurnal Ekonomi Vol. 18 No. 1 (2026): Al-Iqtishad: Jurnal Ekonomi
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/aliqtishad.v18i1.12101

Abstract

The digital transformation of the financial industry through peer-to-peer (P2P) lending has triggered a shift toward consumptive funding behavior, creating a gap between financial technology adoption and financial behavior control in Bone Regency. The practicality of online loans often obscures financial rationality and ethical transaction values of the community. This study aims to analyze and explain the influence of Islamic consumption awareness and digital financial literacy on the interest of the Bone Regency community in using P2P lending services. The research method applied is causal associative quantitative. Sampling was conducted using a purposive sampling technique, resulting in 84 productive-age respondents. Data processing was carried out using the Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) method, assisted by SmartPLS 4 software. The results show that Islamic consumption awareness has a negative and insignificant effect on the interest in using P2P lending (β = -0.131; t = 0.954; p = 0.340). Conversely, digital financial literacy is proven to have a positive and highly significant effect on the interest in using P2P lending (β = 0.632; t = 4.887; p = 0.000). Simultaneously, both exogenous variables contribute 28.1% to the variance of interest in using the service. These findings reflect a dualism of orientation in the local community, where the appeal of digital feature practicality (cognitive push) is currently proven to be more dominant in influencing adoption interest compared to spiritual normative constraints (spiritual pull).