Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM QS. AN-NAS TERHADAP KETAUHIDAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN BAPENPORI AL-ISTIQOMAH BABAKAN CIWARINGIN CIREBON Nur Fahmi Hakim Halim; A. Alvian Fitriyanto; Ahmad Muthohar
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 3 (2024): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i3.1117

Abstract

Kehidupan pondok pesantren memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dapat diperoleh ditempat pendidikan lain. Hal ini disebabkan karena pesantren lebih mengutamakan pengkajian terhadap ilmu keagamaan. Diharapkan mampu untuk memberikan kontribusi terhadap masyarakat sekitar, yaitu dengan mengamalkan ilmu-ilmu keagamaan yang diperoleh dari Pondok Pesantren. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam yang terdapat dalam Qs. An-Nas serta implementasi nilai-nilai pendidikan agama Islam yang terdapat dalam Qs. An-Nas terhadap ketauhidan santri di pondok pesantren Bapenpori Al-Istiqomah Babakan Ciwaringin Cirebon. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan fokus penelitian implementasi nilai-nilai pendidikan agama islam dalam Qs. An-Nas terhadap ketauhidan santri di Pondok Pesantren Bapenpori Al-Istiqomah Babakan Ciwaringin Cirebon. Metode pengumpulan data menggunakan triangulasi yaitu observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Teknis analisi data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penyimpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna yang terkandung dalam Qs. An-Nas yaitu memohon dan meminta perlindungan hanya kepada Allah dari semua kejahatan yang disebabkan oleh setan. Meminta perlindungan sangat diperlukan dari sekian banyak hal permasalahan yang dimohonkan perlindungan-Nya itu adalah sesuatu yang sifatnya tersembunyi dan juga sangat rahasia yang berada di jauh dari jangkauan kemampuan manusia.
Implementasi Program cashless dalam Membentuk Karakter Iffah Santri di Pondok Pesanteren Assalafie Babakan Ciwaringin Cirebon Dian Dinarni; Ahmad Muthohar; Mohammad Jaja Jamalluddin; A. Alvian Fitriyanto; Ahmad Tomy
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i3.6022

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong munculnya gaya hidup non-tunai (cashless society) yang kini mulai merambah ke lembaga pendidikan Islam tradisional seperti pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program cashless di lingkungan pesantren serta mengidentifikasi kontribusinya dalam mendukung pembentukan karakter iffah (kemampuan menahan diri, menjaga kehormatan, dan mengendalikan hawa nafsu) bagi para santri, khususnya dalam aspek pengelolaan keuangan dan pengendalian perilaku konsumtif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan pengasuh, pengurus pesantren, serta santri di Pondok Pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin Cirebon. Tahapan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program cashless diimplementasikan melalui penggunaan kartu digital elektronik untuk seluruh transaksi di unit usaha pesantren, seperti koperasi, kantin, dan toko kitab. Program ini tidak hanya efektif meminimalkan risiko kehilangan uang dan menyederhanakan administrasi keuangan pesantren, tetapi juga secara signifikan berkontribusi pada pembentukan karakter iffah santri. Melalui sistem pembatasan harian (limit saldo), santri secara alamiah terlatih untuk mengendalikan nafsu konsumtif, membiasakan pola hidup hemat, serta menumbuhkan sikap amanah, jujur, dan disiplin dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Dengan demikian, program cashless di pesantren terbukti efektif tidak sekadar sebagai alat transaksi modern, melainkan juga sebagai media edukasi karakter islami yang relevan di era digital tanpa menanggalkan nilai-nilai akhlak pesantren.