Rosnida Sari
Departemen Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perempuan dan budaya kemiskinan penerima Program Keluarga Harapan Rosnida Sari; Mar'atus Solikah
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol. 13 No. 1 (2024): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v13i1.64425

Abstract

Penelitian ini mengkaji budaya kemiskinan pada perempuan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Mronjo dengan menggunakan analisis Teori Budaya Kemiskinan dari Oscar Lewis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Terdapat data sekunder diperoleh dari internet dan buku serta  data primer diperoleh melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data, sedangkan analisis data mengacu pada analisis data menurut Miles dan Huberman. Wujud budaya kemiskinannya yaitu budaya ketergantungan terhadap bantuan sosial PKH, berutang, budaya anak harus membantu orang tua, istri sebagai pendukung utama perekonomian keluarga, dan pola pikir menerima kemiskinan sebagai takdir.This research examines the culture of poverty among women who receive the Family Hope Program (PKH) in Mronjo Village using Oscar Lewis's Cultural Theory of Poverty analysis. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach, determining informants using a purposive sampling technique. There is secondary data obtained from the internet and books and primary data obtained through observation, semi-structured interviews and documentation. Data validity uses data triangulation techniques, while data analysis refers to data analysis according to Miles and Huberman. The forms of the culture of poverty are the culture of dependence on PKH social assistance, debt, the culture of children having to help their parents, the wife as the main supporter of the family economy, and the mindset of accepting poverty as destiny.