Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Kehilangan Pasangan Hidup Dengan Harga Diri (Self Esteem) Pada Lansia  Di Gampong Teungoh Kecamatan  Langsa Kota Annisa Umayra; Ajmain Ajmain; Ngatwadi Ngatwadi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 04 (2026): April 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dimasa tua akan terjadi kemunduran fisik, mental, sosial ekonomi yang akan berdampak pada kualitas hidup lansia. Kondisi kehilangan pasangan hidup merupakan salah satu hal tantangan emosional terbesar yang mungkin dihadapi lansia. Lansia yang tidak memiliki pasangan hidup lebih rentan untuk mengalami depresi dibanding lansia dengan status menikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kehilangan pasangan hidup dengan harga diri (self esstem) pada lansia di Gampong Teungoh Kecamatan Langsa Kota. Desain penelitian ini menggunakan jenis analytic yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang mengalami kehilangan pasangan hidup di Gampong Teungoh Kecamatan Langsa Kota sebanyak 335 orang yang terdiri dari 203 orang dengan status janda dan 132 orang dengan status duda. Sampel dalam penelitian sebanyak 77 orang dengan teknik proportional stratified random sampling. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa kehilangan pasangan hidup pada lansia sebagian besar negatif sebanyak 39 (50,6%) responden. Harga diri (self esteem) lansia sebagian besar sedang sebanyak 40 (51,9%) responden.  Tidak ada hubungan kehilangan pasangan hidup dengan harga diri (self esteem) pada lansia dengan p-value 0,319 (p>0,05). Diharapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan pendidikan kesehatan dan edukasi kepada lansia serta keluarga dapat lebih memberikan dukungan yang bertujuan untuk meningkatkan harga diri pada lansia yang mengalami kehilangan pasangan hidup.
Hubungan Intensitas Pengasuhan Cucu dengan Kualitas Hidup Lansia di Desa Paya Bujok Seuleumak Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa Nurul Fadilah; Nurhayati Ningsih; Ajmain Ajmain
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengasuhan cucu yang dilakukan oleh lansia dapat memberikan dampak secara fisik, psikologi dan sosial bagi lansia. Mengasuh cucu dapat menyebabkan lansia mengalami kelelahan, stress dan kehilangan waktu senggang. Berdasarkan hasil survey awal yang peneliti lakukan terhadap 10 lansia yang mengasuh cucu diperoleh bahwa sebanyak 7 lansia (70%) lansia mengasuh cucu karena itu menggantikan posisi orang tuanya terutama ibu yang bekerja. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui hubungan intensitas pengasuhan cucu dengan kualitas hidup lansia di Desa Paya Bujok Seuleumak Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa. Penelitian ini merupakan penelitian jenis analytic yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia perempuan di Desa Paya Bujok Seuleumak Kecamatan Langsa Baro sebanyak 433 orang, jumlah sampel sebanyak 54 sampel dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara Proportional Stratified Random Sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 54 responden sebagian besar mengasuh cucu dengan intensitas yang intensive sebanyak 30 responden (55,6%), kualitas hidup lansia sebagian besar rendah sebanyak 23 respobnden (42,6%). Ada hubungan intensitas pengasuhan cucu dengan kejadian kualitas hidup pada lansia dengan p-value 0,010 (p<0,05). Institusi kesehatan perlu meningkatkan dan mendukung program kesehatan lansia guna membantu mencegah dan mengatasi permasalahan psikososial serta meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup lansia, terutama yang mengasuh cucu.
THE RELATIONSHIP BETWEEN PERSONAL HYGIENE BEHAVIOR AND THE INCIDENCE OF SCABIES AT THE TAHFIDZ QUR'AN YAPILA ISLAMIC BOARDING SCHOOL IN LANGSA CITY Nurul Maulidya; Ajmain Ajmain; Nurhayati Ningsih; Deviana Risa
Getsempena Health Science Journal Vol. 4 No. 2 (2025): JULI
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v4i2.3376

Abstract

Scabies is still a problem in developing countries. In addition to poor personal hygiene behavior among students which can increase the risk of contracting scabies. The aim of this research is to determine the relationship between personal hygiene behavior and the incidence of scabies at the Tahfidz Qur'an Islamic Boarding School, Yapila Langsa. Method: Analytical research method with cross sectional design. The population in this study was all students at the Tahfidz Qur'an Islamic Boarding School Yapila Langsa, totaling 200 students, the sampling technique was carried out using Total Sampling. The results of the research show that of the 200 respondents the majority did not experience scabies, 124 respondents (62%), the majority of respondents had good personal hygiene, 160 respondents (80%) and the majority of respondents who implemented good personal hygiene did not experience scabies, 121 respondents. (75.6%) while the majority of respondents who practiced poor personal hygiene experienced scabies as many as 37 respondents (92.5%). There is a relationship between personal hygiene and the incidence of scabies with a p-value of 0.002 (p<0.05). Researchers suggest to the Tahfidz Qur'an Yapila Langsa Islamic Boarding School to improve and increase the quality of education and focus on clean and healthy living behavior.