Dimasa tua akan terjadi kemunduran fisik, mental, sosial ekonomi yang akan berdampak pada kualitas hidup lansia. Kondisi kehilangan pasangan hidup merupakan salah satu hal tantangan emosional terbesar yang mungkin dihadapi lansia. Lansia yang tidak memiliki pasangan hidup lebih rentan untuk mengalami depresi dibanding lansia dengan status menikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kehilangan pasangan hidup dengan harga diri (self esstem) pada lansia di Gampong Teungoh Kecamatan Langsa Kota. Desain penelitian ini menggunakan jenis analytic yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang mengalami kehilangan pasangan hidup di Gampong Teungoh Kecamatan Langsa Kota sebanyak 335 orang yang terdiri dari 203 orang dengan status janda dan 132 orang dengan status duda. Sampel dalam penelitian sebanyak 77 orang dengan teknik proportional stratified random sampling. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa kehilangan pasangan hidup pada lansia sebagian besar negatif sebanyak 39 (50,6%) responden. Harga diri (self esteem) lansia sebagian besar sedang sebanyak 40 (51,9%) responden. Tidak ada hubungan kehilangan pasangan hidup dengan harga diri (self esteem) pada lansia dengan p-value 0,319 (p>0,05). Diharapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan pendidikan kesehatan dan edukasi kepada lansia serta keluarga dapat lebih memberikan dukungan yang bertujuan untuk meningkatkan harga diri pada lansia yang mengalami kehilangan pasangan hidup.