Naurah Zakline Rasyah Amiseno
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kontribusi Bahasa Indonesia terhadap Pengembangan Pariwisata Bromo Syaqinah Hawa Puspita Jingga; Tasya Yulieta Angelin; Raissa Aulia Zahra; Prita Laura Wardani; Naurah Zakline Rasyah Amiseno; Dewi Puspa Arum
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i2.2778

Abstract

Gunung Bromo, sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia, selalu menarik minat perhatian wisatawan domestik dan mancanegara. Pemandu wisata yang profesional menjadi kunci untuk memastikan pengalaman wisata yang memuaskan bagi para wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pelatihan bahasa Indonesia terhadap kemampuan pemandu wisata dalam melayani wisatawan dan untuk mengetahui dampaknya terhadap kualitas layanan serta kepuasan wisatawan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus di Desa Cemoro Lawang, yang melibatkan wawancara dengan pemandu wisata dan wisatawan, serta observasi langsung terhadap kegiatan pelatihan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan bahasa Indonesia oleh pemandu wisata berperan penting dalam menciptakan komunikasi yang efektif, meningkatkan kualitas layanan, serta mempererat hubungan antara pemandu dan wisatawan. Program pelatihan terbukti meningkatkan kompetensi pemandu, meskipun masih ada tantangan dan kendala dalam penguasaan kosa kata khusus serta adaptasi dengan aksen wisatawan yang beragam. Kesimpulannya, keterampilan berbahasa Indonesia sangat penting untuk pengembangan profesionalisme pemandu dan keberlanjutan pariwisata di Gunung Bromo.
Evaluasi Perbandingan Sistem Pembentukan Peraturan Perundang-undangan Indonesia–Madagaskar Tolotsoa Fitahiana Ralaimbita; Safira Van Roselie B; Naurah Zakline Rasyah Amiseno
VJJ Vol. 7 No. 1 (2025): Veteran Justice Journal
Publisher : Fakultas Hukum, UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper analyzes the legislative regulation formation systems of Indonesia and Madagascar by examining how each country structures, develops, and enacts its formal legal norms. The problem underlying this study is the limited academic discussion comparing both systems, despite their shared civil law foundations and differing institutional arrangements. The main objective of this paper is to identify the similarities and differences in their legislative frameworks and to assess how these distinctions affect effectiveness, transparency, and public participation in the law-making process. This research uses a qualitative normative method supported by statutory analysis, constitutional documents, and recent scholarly sources. The study reviews Indonesia’s structured mechanism based on Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 jo. UU 13/2022, which emphasizes planning instruments, hierarchical clarity, and shared legislative authority. It then contrasts this with Madagascar’s French-influenced system, where executive instruments such as ordonnances and décrets play a prominent role, and legislative planning is less formalized. The results show that Indonesia has a more detailed procedural framework and stronger participatory mechanisms, while Madagascar faces challenges related to institutional capacity and regulatory consistency. These findings suggest that both countries can benefit from mutual learning to strengthen transparency, improve coordination, and enhance the overall quality of legislative regulation. Keywords: Legislative Regulation Formation; Civil Law Systems; Indonesia; Madagascar; Comparaison; Regulatory Frameworks