Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penggunaan Aplikasi Canva Sebagai Media Pembelajaran Digital Pada Mahasiswa IAIN Kudus Program Studi Tadris IPS Laila Qothrun Nada; Zulia Rohmah Choirun Nisa; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4787

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan aplikasi Canva sebagai media pembelajaran digital oleh mahasiswa Program Studi Tadris IPS di IAIN Kudus. Dengan perkembangan teknologi yang pesat, penggunaan media pembelajaran digital seperti Canva menjadi penting untuk meningkatkan efektivitas dan kreativitas dalam proses belajar mengajar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Canva mampu membantu mahasiswa dalam merancang media pembelajaran yang menarik dan interaktif, sehingga meningkatkan motivasi dan pemahaman materi. Selain itu, aplikasi ini juga memudahkan mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas serta menghemat waktu dalam pembuatan media pembelajaran. Penelitian ini memberikan wawasan bahwa pemanfaatan Canva sebagai media pembelajaran digital sangat relevan dan efektif dalam mendukung proses pembelajaran di era digital. Abstract This study aims to analyze the utilization of Canva application as a digital learning media by students of the Tadris IPS Study Program at IAIN Kudus. With the rapid development of technology, the use of digital learning media such as Canva is important to increase effectiveness and creativity in the teaching and learning process. The research method used is qualitative with data collection techniques through observation and interviews. The results showed that Canva is able to assist students in designing interesting and interactive learning media, thus increasing motivation and understanding of the material. In addition, this application also makes it easier for students to develop creativity and save time in making learning media. This research provides insight that the utilization of Canva as a digital learning media is very relevant and effective in supporting the learning process in the digital era.      
Makna dan Nilai Sosial Tradisi Larung Sesaji di Tasikagung, Rembang Muhimmatul Alya; Lu'lu' Choirun Nur Fadzillah; Siti Nur Anisah; Nurul Rizqinatul Silvi; Rodhotul Jannah; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6213

Abstract

The Larung Sesaji tradition in Tasikagung, Rembang, is a cultural heritage of coastal communities, containing symbolic meaning and social values crucial to community life. The Larung Sesaji tradition holds significant religious, social, and philosophical significance. This ritual not only expresses gratitude for the blessings of the sea but also reflects the harmonious relationship between humans and nature and strengthens coastal community solidarity. Furthermore, this tradition embodies noble values such as character education, mutual cooperation, and social solidarity. Larung Sesaji (offering ceremony) is not merely a traditional ritual; it can serve as an effective learning tool for character building, strengthening unity, and preserving local wisdom amidst modernization. Despite this modernization, this tradition continues and is maintained by the local community to reinforce their identity as a coastal community. Larung Sesaji demonstrates strong solidarity and togetherness through mutual cooperation in preparing the offerings, the procession, and the ceremony. Participatory values are evident in the involvement of various community groups who collectively interpret this tradition as a space to strengthen social ties and maintain local cultural identity. In the context of social studies education, the meaning and social values contained in Larung Sesaji can be used as a contextual learning resource to develop students' understanding of culture, social interaction, and the role of society in preserving tradition. Through the integration of local traditions, students are expected to cultivate tolerance, social awareness, and an appreciation for the nation's cultural heritage. The Larung Sesaji tradition thus serves a crucial role as a medium for shaping community values and character.
PENERAPAN MEDIA PODCAST DALAM PEMBELAJARAN IPS SEBAGAI SARANA PENGUATAN LITERASI DIGITAL SISWA KELAS VIII DI MTS BUSTANUL ULUM Hanif Al Faruq; Luthfi Ahmad Syahrul; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6248

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelaah penerapan media pembelajaran berbasis podcast dalam pembelajaran IPS sebagai sarana penguatan literasi digital siswa kelas VIII di MTs Bustanul Ulum. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggambarkan proses, pengalaman, dan dinamika interaksi yang muncul selama pembelajaran berlangsung. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru serta siswa, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa podcast dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang menggabungkan aktivitas mendengarkan, refleksi, dan diskusi kelas sehingga menciptakan suasana belajar yang lebih dialogis dan kontekstual. Penggunaan podcast terbukti meningkatkan motivasi, memperkuat keterlibatan siswa, dan mengembangkan kemampuan literasi digital melalui kegiatan mengakses, menganalisis, dan memproduksi konten audio sederhana. Siswa menjadi lebih kritis dalam memilih informasi, lebih percaya diri mengemukakan pendapat, serta lebih terampil menggunakan perangkat digital untuk keperluan belajar. Temuan ini menegaskan bahwa podcast dapat berfungsi sebagai media pembelajaran yang adaptif, relevan dengan karakteristik generasi digital, dan mampu menjembatani konsep-konsep sosial dengan pengalaman nyata siswa di lingkungan mereka.
Kearifan Lokal dan Nilai Pendidikan Sosial di Kompleks Menara Kudus Agung Umar Setyawan; Muhammad Rizal Firdaus; Muhammad Abdul Majid; Muhammad Yusuf Arjuna; Muhammad Nashichul Umam; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6280

Abstract

Kompleks Menara Kudus menyimpan kekayaan kearifan lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber pembelajaran IPS di sekolah sekitar, padahal nilai-nilai sosial yang hidup dalam tradisi masyarakat memiliki potensi besar untuk memperkuat pembentukan karakter dan kesadaran multikultural siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kearifan lokal di Kompleks Menara Kudus dan menganalisis relevansinya sebagai sumber pembelajaran IPS. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pengurus YM3SK, dan dokumentasi tradisi masyarakat, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompleks Menara Kudus memiliki beragam praktik kearifan lokal yang kaya nilai sosial, meliputi tradisi Buka Luwur yang mengekspresikan kolektivitas, larangan menyembelih sapi sebagai wujud toleransi antaragama, aktivitas ziarah yang mendorong ekonomi lokal, serta tradisi Ta'sis Masjid dan Dandangan yang memperkuat kebersamaan. Nilai-nilai toleransi, gotong royong, solidaritas, dan empati dalam tradisi tersebut sangat relevan untuk pembelajaran IPS kontekstual yang membangun kesadaran sosial dan identitas budaya siswa. Keterbatasan penelitian terletak pada fokus lokasi tunggal dan minimnya data empiris mengenai dampak terhadap pencapaian belajar siswa, sehingga diperlukan penelitian lanjutan berupa pengembangan modul pembelajaran dan studi eksperimental untuk menguji keefektifannya.