Dany Miftah M.Nur
Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

"Kearifan Lokal dalam Tradisi Buka luwur di Makam Syekh Mutammakin Kajen Pati: Suatu Kajian Sosial Budaya dalam Perspektif Pendidikan IPS" Windi Cahya Saputri; Firda La'alya; Vina Septiani; Rabitha Bella Noor R.R; Tata Putik Ainung Azizah; Nihayatul Fauziyah; Dany Miftah M.Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6230

Abstract

Tradisi buka luwur di Makam Syekh Mutammakin Kajen Pati merupakan fenomena sosial budaya yang masih bertahan di tengah perubahan masyarakat modern. Kegiatan ini melibatkan partisipasi masyarakat secara luas dan merefleksikan nilai-nilai kearifan lokal yang terus direproduksi dari generasi ke generasi. Fenomena tersebut menunjukkan adanya integrasi antara praktik keagamaan, sosial, dan budaya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kajen. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai kearifan lokal dalam tradisi buka luwur serta menganalisis relevansinya bagi pembelajaran IPS. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif dengan metode studi kasus. Obyek penelitian adalah tradisi buka luwur, sementara instrumen utamanya observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung prosesi, wawancara tokoh masyarakat, dan kajian arsip, kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi buka luwur mengandung nilai gotong royong, religiositas, solidaritas sosial, dan pelestarian budaya. Nilai-nilai tersebut relevan sebagai sumber belajar IPS karena mendukung pemahaman peserta didik mengenai keberagaman budaya, interaksi sosial, dan identitas lokal. Tradisi ini juga memperkuat kohesi masyarakat serta menjadi media transmisi pengetahuan budaya. Keterbatasan penelitian terletak pada ruang lingkup observasi yang hanya mencakup satu lokasi dan periode tertentu.
Tradisi Dandangan sebagai Identitas Masyarakat Kudus Najwa Aranda M; Fariz Zain Zidan; Dika Aulia Prasetia; Dany Miftah M.Nur; Abdul Charis
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6240

Abstract

Tradisi Dandangan adalah suatu fenomena sosial yang berkembang di masyarakat Kudus sebagai bentuk kearifan lokal yang diadakan sebelum bulan Ramadan. Tradisi ini, yang berawal dari era Sunan Kudus, telah berkembang menjadi wadah interaksi sosial, budaya, dan ekonomi yang menghubungkan berbagai kelompok masyarakat sekaligus merefleksikan identitas kolektif mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna dari tradisi Dandangan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Kudus dengan menelusuri latar belakang, nilai-nilai yang ada, dan peran sosial yang diambil. Metode penelitian yang digunakan meliputi kajian literatur dan pengamatan deskriptif terhadap pelaksanaan tradisi tersebut. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Dandangan berfungsi sebagai sarana pewarisan nilai-nilai budaya, penguat hubungan sosial, serta pendorong aktivitas ekonomi di tingkat lokal. Oleh karena itu, tradisi Dandangan memiliki fungsi yang signifikan dalam membangun dan meneguhkan jati diri masyarakat Kudus.
Menumbuhkan Kesadaran Budaya Generasi Muda melalui Tradisi Lamporan di Desa Soneyan, Kec Margoyoso, Kab Pati: Tinjauan dalam Perspektif Pendidikan IPS Fahrida Khuril 'Ain; Septy Hilyatul Mufarricah; Ilham Izzul Muna; Dany Miftah M.Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6269

Abstract

Perkembangan globalisasi dan kemajuan teknologi digital membawa perubahan signifikan terhadap pola pikir dan gaya hidup generasi muda, termasuk dalam kepedulian terhadap budaya lokal. Kondisi ini tampak pada menurunnya partisipasi generasi muda dalam tradisi Lamporan di Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab rendahnya keterlibatan generasi muda, mendeskripsikan nilai-nilai sosial dan budaya yang terkandung dalam tradisi Lamporan, serta menganalisis pemanfaatan tradisi tersebut sebagai sarana menumbuhkan kesadaran budaya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi generasi muda dipengaruhi oleh teknologi digital, kurangnya pemahaman terhadap makna Lamporan, minimnya inovasi dalam pelaksanaan tradisi, serta melemahnya nilai sosial seperti gotong royong dan kebersamaan. Tradisi Lamporan memuat nilai-nilai sosial dan budaya berupa gotong royong, solidaritas, tanggung jawab sosial, penghormatan terhadap leluhur, religiusitas, serta estetika budaya lokal. Nilai-nilai tersebut relevan dengan tujuan pembelajaran IPS, terutama dalam membentuk karakter sosial dan kesadaran budaya peserta didik. Integrasi Lamporan dalam pembelajaran IPS maupun melalui keterlibatan langsung generasi muda terbukti dapat meningkatkan rasa memiliki, kebanggaan, dan kepedulian terhadap budaya lokal. Dengan demikian, tradisi Lamporan memiliki peran strategis sebagai media edukatif dalam menumbuhkan kesadaran budaya generasi muda di tengah tantangan modernisasi.