Muh. Ahyar Affandi
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Buana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH ADOPSI ISLAMIC FINTECH DAN TINGKAT LITERASI KEUANGAN TERHADAP INKLUSI KEUANGAN SYARIAH: PERAN KEPERCAYAAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI KOTA MAKASSAR A. Mutiara Eka Putri; Putri Sardila; Muh. Ahyar Affandi; Desy Rahmawati Anwar
JUMESI : Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol 1 No 2 (2025): JUMESI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia tengah mengalami transformasi digital yang pesat melalui perkembangan Islamic fintech. Kota Makassar, sebagai pusat ekonomi di Kawasan Timur Indonesia dengan populasi UMKM yang besar, masih menghadapi tantangan rendahnya literasi dan inklusi keuangan syariah meskipun adopsi teknologi meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh adopsi Islamic fintech dan literasi keuangan terhadap inklusi keuangan syariah di Kota Makassar, dengan menempatkan kepercayaan (trust) sebagai variabel mediasi. Metode penelitian mengkaji literatur mengenai integrasi inovasi teknologi dengan kepatuhan syariah (sharia compliance). Variabel literasi keuangan syariah diukur melalui pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Sementara itu, inklusi keuangan mencakup dimensi akses, penggunaan, dan kualitas layanan sesuai standar OJK. Variabel kepercayaan dianalisis melalui dua dimensi: kepercayaan terhadap teknologi dan kepercayaan terhadap lembaga keuangan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa adopsi teknologi tidak cukup mendorong inklusi tanpa literasi syariah yang memadai. Kepercayaan berperan sebagai mekanisme mediasi krusial yang menurunkan persepsi risiko dan ketidakpastian dalam transaksi digital. Literasi yang baik memungkinkan pengguna memverifikasi aspek kepatuhan syariah, yang kemudian memperkuat kepercayaan dan mendorong penggunaan layanan secara berkelanjutan. Untuk meningkatkan inklusi di Makassar, diperlukan strategi terintegrasi meliputi edukasi literasi syariah bagi UMKM, penguatan infrastruktur digital, serta peningkatan reputasi institusi melalui transparansi fatwa dan sertifikasi keamanan platform.