Tingginya ketergantungan rumah sakit pada klaim BPJS Kesehatan (60–80% pendapatan) berpotensi menyebabkan keterlambatan pembayaran, klaim pending, dan gangguan arus kas, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja keuangan yang diukur melalui rasio perputaran piutang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah klaim, waktu penyelesaian klaim, dan tingkat klaim pending BPJS terhadap rasio perputaran piutang di RSI Ibnu Sina Payakumbuh untuk periode 2020–2024. Metode yang digunakan adalah analitik deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan tahunan dan laporan klaim BPJS. Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS 26 melalui regresi linier berganda, dilengkapi uji asumsi klasik dan uji hipotesis (uji t dan uji F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, hanya jumlah klaim BPJS yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap rasio perputaran piutang. Sementara itu, variabel waktu penyelesaian klaim dan tingkat klaim pending tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap perputaran piutang dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,315. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan volume klaim justru mempercepat perputaran piutang, sedangkan faktor waktu penyelesaian dan klaim tertunda dapat dimitigasi oleh prosedur internal rumah sakit. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya optimasi proses pengajuan klaim dan diversifikasi sumber pendapatan untuk menjaga stabilitas keuangan rumah sakit di tengah ketergantungan pada pembayaran BPJS.