Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan implementasi layanan bimbingan kelompok menggunakan Social Skills Puzzle di Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong, Malaysia; (2) menganalisis peningkatan keterampilan sosial siswa yang mencakup komunikasi, kerja sama, dan keberanian berpartisipasi; serta (3) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan layanan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam dua siklus pertemuan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, evaluasi proses, evaluasi akhir, dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) pada delapan siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif-naratif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada ketiga dimensi keterampilan sosial: komunikasi meningkat dari 65% menjadi 92%, kerja sama meningkat dari 58% menjadi 88%, dan keberanian meningkat dari 52% menjadi 85%. Rata-rata evaluasi akhir juga meningkat dari 20,2 (kategori Cukup) pada siklus pertama menjadi 31,8 (kategori Sangat Baik) pada siklus kedua. Temuan ini menunjukkan bahwa Social Skills Puzzle berfungsi sebagai medium pembelajaran sosial yang terstruktur, memfasilitasi pengalaman langsung (enactive learning), pengamatan (vicarious learning), dan pengelolaan diri (self-regulation) siswa. Dinamika kelompok berkembang dari tahap pembentukan (forming) ke tahap produktif (performing), dengan siswa yang awalnya pasif menjadi aktif dan reflektif. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada literatur bimbingan kelompok di setting pendidikan nonformal lintas negara serta kontribusi praktis berupa model intervensi yang aplikatif dan dapat direplikasi di lembaga pendidikan nonformal lain, khususnya di Malaysia dan kawasan Asia Tenggara.