Asfar, Thomas Nobel
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sistem Informasi Manajemen dan Peramalan Penjualan Obat pada Apotek Iliran Farma dengan Metode Holt-Winters Asfar, Thomas Nobel; Rahmadoni, Jefril; Nirad, Dwi Welly Sukma
JUSTIN (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 14, No 2 (2026)
Publisher : Jurusan Informatika Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/justin.v14i2.100181

Abstract

Pengelolaan persediaan obat merupakan komponen penting dalam operasional apotek untuk mendukung pelayanan kefarmasian yang berkualitas. Penelitian ini mengkaji permasalahan pengelolaan stok obat di Apotek Iliran Farma, Kota Padang, Sumatera Barat, yang menggunakan sistem informasi dengan fungsionalitas terbatas sehingga kurang efisien. Sistem ini tidak memiliki fitur peringatan stok minimum, pelacakan nomor batch, pemantauan tanggal kedaluwarsa, maupun peramalan penjualan berbasis data historis yang menyebabkan risiko kehabisan stok, penumpukan obat kurang laku, serta kesulitan dalam pelacakan obat bermasalah. Tujuan penelitian ini adalah membangun sistem informasi manajemen dan peramalan penjualan obat berbasis web dengan metode Holt-Winters untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan dan mendukung perencanaan pengadaan obat secara akurat. Metodologi penelitian meliputi studi literatur, observasi, wawancara, dan analisis dokumen, dengan metode pengembangan sistem menggunakan model Waterfall. Pengembangan sistem informasi ini dikembangkan menggunakan pendekatan Waterfall, dengan Hono dan FastAPI untuk backend, React untuk frontend, serta PostgreSQL sebagai basis data. Hasil pengujian black box mengonfirmasi bahwa semua fungsionalitas berjalan sesuai spesifikasi. Fitur peramalan penjualan menghasilkan nilai agregat Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 18,8%, yang menunjukkan tingkat akurasi prediksi yang baik. Simulasi proses bisnis menunjukkan peningkatan efisiensi yang signifikan: 80,7% pada manajemen inventori, 91,8% pada penanganan obat kedaluwarsa, dan 8,8% pada proses penjualan. Sistem ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional, akurasi perencanaan, serta pengambilan keputusan berbasis data.