Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai sosial yang terkandung dalam cerita pendek “Rumah yang Terang” karya Ahmad Tohari menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Sastra merupakan refleksi kehidupan manusia yang mencatat realitas sosial dan nilai-nilai yang hidup di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra Wellek dan Warren. Sumber data primer adalah cerita pendek “Rumah yang Terang” dari kumpulan cerita pendek Senyum Karyamin (1989), sedangkan data sekunder berasal dari buku-buku teori dan penelitian sebelumnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan catatan, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita pendek "Rumah yang Terang" mengandung sembilan nilai sosial, yaitu: (1) pengabdian, (2) saling membantu, (3) kekerabatan, (4) kepedulian sosial, (5) disiplin, (6) empati, (7) keadilan, (8) toleransi, (9) kerja sama. Nilai-nilai ini mencerminkan dinamika sosial masyarakat pedesaan Jawa dan menggambarkan konflik antara nilai-nilai tradisional dan tekanan modernisasi. Cerita ini menunjukkan kontras antara nilai-nilai pengabdian dan kekerabatan yang kuat dari tokoh utama dan memudarnya nilai-nilai saling membantu dan toleransi dalam lingkungan sosial. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi sosiologi sastra di Indonesia dan memperkaya pemahaman tentang peran karya sastra dalam membentuk dan mencerminkan nilai-nilai sosial masyarakat.