Diabetes adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Salah satu komplikasi jangka panjang yang paling sering menimbulkan kecacatan dan menurunkan kualitas hidup pasien adalah luka kronis, terutama ulkus kaki diabetikum. Salah satu alternatif terapi topikal yang banyak diteliti adalah madu, yang diketahui memiliki sifat antibakteri, antiinflamasi, antioksidan, serta kemampuan mempertahankan kelembaban luka dan mempercepat pembentukan jaringan granulasi. Mengetahui efektivitas Madu Nusantara dalam perawatan luka pada pasien diabetes mellitus . Quasi experiment dengan desain pretest-posttest dengan menggunakan kelompok kontrol. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes melitus dengan luka diabetikum yang menjalani perawatan luka di RSUD Tugu Koja Jakarta pada bulan November 2025 sebanyak 70 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Mayoritas responden berumur 56-65 tahun, pendidikan menengah dan jenis kelamin laki-laki. Sebelum dilakukan perawatan luka menggunakan madu nusantara mayoritas dengan keparahan luka ekstrim (91,4%) dan sesudahnya dengan keparahan ringan (100%). Pada kelompok kontrol sebelum dilakukan perawatan luka secara konvensional mayoritas dengan keparahan luka ekstrim (100%) dan sesudahnya dengan keparahan sedang (94,3%). Perawatan luka menggunakan madu nusantara lebih efektif dibandingkan dengan perawatan luka secara konvensional, dengan nilai p value 0,000. Perawatan luka menggunakan madu nusantara lebih efektif dibandingkan dengan perawatan luka secara konvensional. Diharapkan perawatan luka menggunakan madu Nusantara dapat dipertimbangkan sebagai terapi alternatif atau komplementer dalam perawatan luka diabetik.