Menganalisis besarnya efisiensi usaha pengolahan ikan asin di Kabupaten Pangandaran. Menganalisis besarnya risiko dalam usaha pengolahan ikan asin di Kabupaten Pangandaran. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pangandaran. Pengambilan lokasi kecamatan dan kelurahan/desa sampel dilakukan secara purposive sampling yaitu Kecamatan Pangandaran Selatan dan empat kelurahan/desa yaitu Kelurahan Pangandaran Kelurahan Bojong salawe Kelrahan Pananjung, Kelurahan Pelabuhan Ratu, dengan alasan daerah tersebut merupakan sentra usaha pengolahan ikan asin di Kabupaten Pangandaran. Pengambilan sampel responden dilakukan secara proporsional sebanyak 30 orang. Jenis dan sumber data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan pencatatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biaya total rata-rata usaha pengolahan ikan asin di Kabupaten Pangandaran adalah sebesar Rp30.438.078,20 per bulan. Penerimaan rata-rata yang diperoleh sebesar Rp33.216.666,67 per bulan sehingga keuntungan rata-rata yang diperoleh produsen ikan asin sebesar Rp13.778.588,47 per bulan. Usaha pengolahan ikan asin di Kabupaten Pangandaran yang dijalankan selama ini sudah efisien yang ditunjukkan dengan R/C ratio lebih dari satu yaitu sebesar 1,71, yang berarti setiap Rp 1,00 biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan usaha pengolahan ikan asin memberikan penerimaan sebesar 1,71 kali dari biaya yang telah dikeluarkan. Besarnya nilai koefisien variasi (CV) usaha pengolahan ikan asin di Kabupaten Cilacap sebesar 0,75 dengan nilai batas bawah keuntungan (L) sebesar minus Rp6.856.843,41. Hal ini berarti bahwa produsen ikan asin memiliki peluang kerugian dengan jumlah kerugian yang harus ditanggung produsen sebesar minus Rp6.856.843,41. Kata Kunci : Ikan Asin, Keuntungan, Efisiensi, Risiko