Suratini Suratini
Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan batuk efektif sebagai intervensi keperawatan dalam optimalisasi bersihan Jalan napas pada pasien asma di komunitas pedesaan Rangga Aprigha Pamungkas; Suratini Suratini
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i3.2460

Abstract

Background: Bronchial asthma is a chronic obstructive disease of the respiratory tract characterized by bronchial hyperreactivity to various stimuli, resulting in episodic symptoms such as shortness of breath, coughing, wheezing, and chest tightness. This condition can cause impaired airway clearance due to accumulation of secretions in the lungs. Purpose: To maintain bleeding in patients with bronchial asthma through the application of effective coughing exercises to improve the effectiveness of airway clearance. Method: The study used a descriptive method with a case study approach on one patient in Genitem Hamlet. Data collection techniques included interviews, observations, physical examinations, and documentation. Results: The client complained of shortness of breath, coughing, and weakness with a diagnosis of Ineffective Airway Clearance and Ineffective Breathing Pattern. After three days of effective coughing exercise intervention with the application of SLKI and SIKI, the results showed that the client's airway clearance problems could be resolved. Conclusion: Effective coughing exercises have been proven to be a non-pharmacological intervention that can improve the effectiveness of airway clearance in bronchial asthma patients.   Keywords: Airway Clearance; Bronchial Asthma; Effective Coughing Exercises.   Pendahuluan: Asma bronkial merupakan penyakit obstruktif kronik pada saluran pernapasan yang ditandai dengan hiperreaktivitas bronkus terhadap berbagai rangsangan, sehingga menimbulkan gejala episodik seperti sesak napas, batuk, mengi, dan rasa berat di dada. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan bersihan jalan napas akibat penumpukan sekret di paru-paru. Tujuan: Untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan asma bronkial melalui penerapan latihan batuk efektif guna meningkatkan efektivitas bersihan jalan napas. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada satu pasien di Dusun Genitem. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Hasil: Subjek menunjukkan keluhan sesak napas, batuk, dan lemas dengan diagnosa keperawatan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif dan Pola Napas Tidak Efektif. Setelah dilakukan intervensi latihan batuk efektif selama tiga hari dengan penerapan SLKI dan SIKI, diperoleh hasil bahwa masalah bersihan jalan napas pada klien dapat teratasi. Simpulan: Latihan batuk efektif terbukti sebagai intervensi non farmakologi yang dapat meningkatkan efektivitas bersihan jalan napas pada pasien dengan asma bronkial.   Kata Kunci: Asma Bronkial; Bersihan Jalan Napas; Latihan Batuk Efektif.
Hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri Irma Miftahul; Suri Salmiyati; Suratini Suratini
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i3.2474

Abstract

Background: Anemia is a common health problem among adolescent girls, often triggered by poor nutritional status. Adolescent girls are susceptible to anemia due to iron deficiency and an unbalanced diet. This study aims to determine the relationship between nutritional status and the incidence of anemia in adolescent girls. Purpose: To determine the relationship between nutritional status and the incidence of anemia in adolescent girls. Metode: This study is a correlational descriptive quantitative study with a cross-sectional approach. The sampling technique used total sampling, involving 41 respondents. Data analysis was performed using the Spearman's rank correlation test. Results: A study of 41 respondents showed that 34.1% had normal nutritional status, 48.8% were underweight, and 17.1% were overweight. Regarding anemia, 36,6% of respondents were not anemic, 46.3% had mild anemia, and 17.1% had moderate anemia. The Spearman Rank statistical test showed a p-value of 0.037<0.05) proving a significant relationship between nutritional status and the incidence of anemia. Conclusion: There is a significant relationship between nutritional status and the incidence of anemia in adolescent girls, where poor nutritional status increases the incidence of anemia.   Keywords: Adolescent Girls; Anemia; Nutritional Status.   Pendahuluan: Anemia adalah masalah kesehatan yang umum terjadi pada remaja perempuan, yang seringkali dipicu oleh status gizi yang buruk. Remaja putri rentan mengalami anemia karena kekurangan zat besi dan pola makan yang tidak seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dengan melibatkan 41 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Rank Spearman. Hasil: Penelitian terhadap 41 responden menunjukkan bahwa 34.1% memiliki status gizi normal, 48.8% memiliki berat badan kurang, dan 17.1% memiliki berat badan berlebih. Mengenai anemia, 36.6% responden tidak mengalami anemia, 46.3% mengalami anemia ringan, dan 17.1% mengalami anemia sedang. Uji statistik Rank Spearman menunjukkan nilai p-value sebesar 0.037<0.05 yang membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dan kejadian anemia. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri, dimana status gizi yang buruk meningkatkan kejadian anemia.   Kata Kunci: Anemia; Remaja Putri; Status Gizi.