Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Risk Factors of Anemia in Coastal Communities in Indonesia: A Review Devi Savitri Effendy; Putu Ayu Sawitri; Sitti Herawati
Journal of Epidemiology and Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): January - April
Publisher : Yayasan Cipta Anak Bangsa (YCAB) Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Anemia remains a significant public health concern, particularly in coastal regions of Indonesia. Various factors, including dietary patterns, nutritional status, menstrual cycles, and socioeconomic conditions, contribute to the high prevalence of anemia among coastal populations. Objective: This study aims to review existing literature on anemia in coastal communities in order to identify associated risk factors, health impacts, and effective prevention strategies. Methods: This research employs a literature review approach by analyzing 20 Indonesian-language journal articles that focus on the prevalence, risk factors, and interventions related to anemia. The selected studies provide insights into both the causes and the efforts undertaken to address anemia in coastal areas. Results: The review indicates that poor nutritional status, unbalanced dietary intake, and limited health education are the primary contributors to anemia in coastal communities. Furthermore, educational initiatives and iron supplementation programs have demonstrated effectiveness in improving knowledge and reducing anemia prevalence. Conclusion: To effectively reduce the burden of anemia in coastal areas, community-based interventions are essential. These should include nutrition counseling, public health education, and enhanced access to iron-rich and nutritious foods. Keywords: Anemia, Coastal Communities, Nutritional Status, Health Education, Indonesia.
Determinan Faktor Sosial dan Klinis yang Berhubungan dengan Kejadian TB Paru pada Pasien HIV/AIDS di Puskesmas Lepo-lepo Putu Ayu Sawitri; Wa Ode Salma; Jumakil
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.361

Abstract

Latar Belakang: HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global yang meningkatkan risiko infeksi oportunistik, termasuk tuberkulosis (TB) paru. Penurunan sistem imun pada pasien HIV menyebabkan meningkatnya kerentanan terhadap TB yang berkontribusi pada tingginya angka morbiditas dan mortalitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor sosial (pengetahuan dan pekerjaan) serta faktor klinis (stadium klinis HIV/AIDS, kadar hemoglobin, status gizi, viral load, dan kepatuhan terapi antiretroviral/ARV) dengan kejadian TB paru pada pasien HIV/AIDS di Puskesmas Lepo-lepo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Sampel berjumlah 88 responden yang terdiri dari 44 kasus (HIV dengan TB paru) dan 44 kontrol (HIV tanpa TB paru). Analisis data dilakukan menggunakan uji bivariat dan regresi logistik multivariat. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan seluruh variabel berhubungan signifikan dengan kejadian TB paru, yaitu pengetahuan (OR=3,200; p=0,017), pekerjaan (OR=3,852; p=0,005), stadium klinis (OR=10,219; p=0,000), kadar hemoglobin (OR=4,143; p=0,003), status gizi (OR=7,286; p=0,000), viral load (OR=5,800; p=0,000), dan kepatuhan ARV (OR=7,111; p=0,000). Namun, hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh signifikan adalah stadium klinis (p=0,021), kadar hemoglobin (p=0,047), status gizi (p=0,049), viral load (p=0,013), dan kepatuhan ARV (p=0,005), sedangkan pengetahuan dan pekerjaan tidak signifikan. Variabel viral load merupakan faktor paling dominan dengan nilai Exp(B)=7,859. Kesimpulan: kejadian TB paru pada pasien HIV/AIDS dipengaruhi oleh faktor klinis dan perilaku, dengan viral load sebagai faktor dominan. Pengendalian viral load melalui kepatuhan terapi ARV, serta perbaikan status gizi dan kondisi klinis pasien menjadi langkah penting dalam pencegahan TB paru.