Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Descriptive Analysis of Tuberculosis Deaths in Bandar Lampung City, Indonesia, 2017–2021 Sitti Fadhilah Milu; Santri Fitran Umanahu; Rufianti; Syarifah Aisiyah Syaqila; Rusmin
Journal of Epidemiology and Health Science Vol. 2 No. 3 (2025): September - December
Publisher : Yayasan Cipta Anak Bangsa (YCAB) Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/jehs.v2i3.1433

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) remains a major global public health problem, including in Indonesia, and is explicitly targeted for control and elimination within the Sustainable Development Goals (SDGs). TB is caused by Mycobacterium tuberculosis, which primarily affects the lungs but may also involve other organs. Indonesia is among the countries with the highest TB burden worldwide. In Lampung Province, particularly in Bandar Lampung City, TB cases have shown an increasing trend over recent years. TB transmission and outcomes are strongly influenced by nutritional status, host immunity, patients’ knowledge and behavior, as well as persistent social stigma, which often leads to delayed diagnosis and poor treatment adherence. Therefore, evidence-based control efforts, including systematic surveillance and data-driven monitoring, are essential to better understand disease patterns and inform effective interventions. Objective: This study aimed to describe the distribution of tuberculosis-related deaths in Bandar Lampung City during the period 2017–2021 based on secondary data from the municipal health profile. Methods: A quantitative descriptive study design was employed using secondary data obtained from the Bandar Lampung City Health Profile. Data on annual TB-related deaths were analyzed descriptively by organizing them into tables and graphical presentations, followed by narrative interpretation to identify temporal patterns and trends. Results: The findings indicate fluctuations in the tuberculosis case notification rate (CNR), with the highest level observed in 2019 and a marked decline in 2020 during the COVID-19 pandemic. The proportion of TB cases among children was relatively low (35.1%), suggesting limitations in contact tracing and early case detection. Furthermore, the bacteriologically confirmed TB cure rate in 2021 was only 55.6%, reflecting challenges in treatment adherence and program effectiveness. TB-related mortality during treatment remained high, with 65 reported deaths, highlighting gaps in service quality and patient monitoring. Conclusion: TB control in Bandar Lampung City continues to face substantial challenges, including unstable case reporting, low detection among children, suboptimal cure rates, and high mortality during treatment. Strengthening surveillance systems, improving health worker capacity, and ensuring equitable quality of TB services across health facilities are critical to improving TB control outcomes.
MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG ANEMIA DAN INFEKSI PARASIT MELALUI KAMPANYE POSTER DIGITAL BERBASIS MEDIA SOSIAL Tarasari Hisani; Devi Savitri Effendy; Ramadhan Tosepu; Febriana Muchtar; Siti Nurfadilah H; Rivelin Ramadhani; Suci Rahmadani; Suci Fauziah; Santri Fitran Umanahu; Sitti Fadhilah Milu; Putu Eka Meiyana Erawan
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 04 (2026): JULI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih banyak terjadi, terutama pada remaja dan wanita usia subur. Salah satu faktor risiko yang sering kurang dipahami oleh masyarakat adalah infeksi parasit atau kecacingan yang dapat menyebabkan kehilangan darah dan gangguan penyerapan zat gizi sehingga meningkatkan risiko anemia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai anemia, faktor risikonya, hubungan infeksi parasit dengan anemia, serta pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan gizi seimbang melalui kampanye poster digital di media sosial. Metode yang digunakan meliputi analisis situasi berdasarkan data sekunder, penyusunan poster edukatif, validasi oleh ahli media dan ahli materi, publikasi melalui Instagram, serta evaluasi respons audiens berdasarkan statistik media sosial. Tiga poster digital dikembangkan dengan fokus pada hubungan kecacingan dengan anemia, pencegahan anemia melalui gizi seimbang dan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), serta pencegahan infeksi parasit melalui penerapan PHBS dan sanitasi lingkungan. Hasil validasi menunjukkan bahwa seluruh poster berada dalam kategori layak digunakan dengan tingkat kelayakan ahli media sebesar 53,91%–73,04% dan ahli materi sebesar 68,70%–69,57%. Hasil kampanye media sosial menunjukkan bahwa poster “Cegah Anemia Mulai dari Piring Makanmu” memperoleh jangkauan tertinggi sebanyak 1.674 akun dan interaksi tertinggi sebanyak 261, sedangkan rata-rata Engagement Rate dari ketiga poster mencapai 13,73%. Secara keseluruhan, kampanye memperoleh 390 likes, 63 komentar, dan 24 shares yang menunjukkan respons positif dari audiens. Oleh karena itu, poster digital yang dikembangkan dinilai layak digunakan sebagai media edukasi kesehatan dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat mengenai hubungan anemia dan infeksi parasit pada remaja.