Noer Komari
Digital Library, UPA Perpustakaan Universitas Lambung Mangkurat, Jl. Brigjen Hasan Bassry Banjarmasin, Indoensia 70123

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Modal Sosial dan Literasi Informasi sebagai Interaksi Simbiotik di Perpustakaan Perguruan Tinggi: Tinjauan Literatur Sistematis Noer Komari
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 15, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jip.v15i1.17-37

Abstract

Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan untuk menganalisis interaksi simbiotik antara modal sosial dan literasi informasi dalam konteks perpustakaan perguruan tinggi. Dengan menggunakan metodologi tinjauan literatur sistematis, penelitian ini mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis temuan-temuan relevan dari jurnal nasional terindeks SINTA dan internasional terindeks Scopus dalam sepuluh tahun terakhir (2014-2024). Hasil analisis menunjukkan bahwa literasi informasi tidak hanya merupakan produk dari interaksi sosial tetapi juga pemicu penting bagi pembentukan dan penguatan modal sosial di lingkungan akademik. Perpustakaan perguruan tinggi berperan sentral sebagai katalis dalam pembentukan komunitas akademik, menyediakan ruang fisik dan digital yang memfasilitasi kolaborasi dan jejaring. Modal sosial, pada gilirannya, secara signifikan memfasilitasi akses mahasiswa dan peneliti ke sumber informasi tersier dan pengetahuan ahli, terutama melalui ikatan bridging dan linking. Lebih lanjut, literasi informasi terbukti meningkatkan partisipasi akademik dan sosial mahasiswa, berkorelasi positif dengan pencapaian akademik. Kajian ini juga menyoroti adanya ketimpangan literasi informasi, khususnya pada kelompok mahasiswa tertentu, yang berpotensi menyebabkan fragmentasi sosial dan eksklusi akademik. Pemahaman mendalam tentang interaksi ini sangat krusial bagi pustakawan dan pembuat kebijakan untuk merancang intervensi yang lebih efektif guna menciptakan ekosistem pembelajaran yang inklusif dan produktif.