Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Teaching at the Right Level (TaRL) sebagai Strategi Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Enrekang hafsyah hanafi; Rustiani; Suarti Djafar
Journal of Community Service Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Community Service
Publisher : Journal of Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis merupakan kompetensi esensial yang perlu dikembangkan sejak pendidikan dasar guna membentuk pola pikir analitis dan pemecahan masalah yang sistematis. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak siswa sekolah dasar masih mengalami kesulitan dalam menghadapi soal nonrutin dan cenderung bergantung pada prosedur mekanis tanpa memahami konsep mendasar. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa melalui pendampingan berbasis Teaching at the Right Level (TaRL) di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Pendekatan TaRL diterapkan melalui empat tahapan utama, yaitu pemetaan kemampuan awal, perancangan pembelajaran diferensiatif, pelaksanaan pendampingan, serta evaluasi dan refleksi. Metode pengumpulan data dilakukan melalui tes berpikir kritis matematis, observasi keterlibatan siswa, dan wawancara guru. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam distribusi kemampuan berpikir kritis, dengan pergeseran dari kategori rendah menuju kategori sedang dan tinggi. Guru juga melaporkan bahwa pendekatan TaRL memudahkan dalam memahami variasi kemampuan siswa dan menyusun strategi pembelajaran yang lebih adaptif. Selain berdampak pada siswa, kegiatan ini turut memperkuat kapasitas pedagogik guru dalam mengimplementasikan asesmen diagnostik dan pembelajaran berbasis kebutuhan individual. Temuan ini menegaskan bahwa TaRL dapat menjadi alternatif efektif dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar, terutama pada konteks daerah yang menghadapi disparitas kemampuan siswa. Dengan demikian, model pendampingan ini memiliki potensi untuk direplikasi sebagai strategi peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.