Muryati Muryati
Universitas Widya Gama Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH BEBAN KERJA DAN STRATEGI MANAJEMEN SDM TERHADAP BURNOUT PADA TENAGA KESEHATAN MELALUI INTERVENSI ORGANISASIONAL SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI RSUD PROF DR. H. M. CHATIB QUZWAIN Sigit KrenFino W.S MBBS; Muryati Muryati; Nasharuddin Mas
Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah) Vol 9 No 1 (2026): Artikel Riset Januari 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v9i1.2624

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan strategi manajemen sumber daya manusia terhadap burnout pada tenaga kesehatan dengan intervensi organisasional sebagai variabel mediasi di RSUD Prof. Dr. H. M. Chatib Quzwain. Tekanan kerja yang tinggi serta keterbatasan sumber daya menjadi faktor yang diduga memicu munculnya burnout pada tenaga kesehatan, sehingga diperlukan pengelolaan organisasi yang tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada tenaga kesehatan sebagai responden. Analisis data dilakukan menggunakan model struktural untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh signifikan terhadap burnout, sedangkan strategi manajemen SDM memiliki peran dalam menurunkan tingkat burnout. Intervensi organisasional terbukti berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara variabel independen dan burnout. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan organisasi yang efektif mampu mengurangi dampak negatif beban kerja serta meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan.Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian manajemen SDM di sektor kesehatan serta memberikan implikasi praktis bagi rumah sakit dalam merancang strategi pengelolaan tenaga kesehatan yang lebih efektif untuk mengendalikan burnout.