Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengenalan Jenis Kapal Melalui Aktivitas Mewarnai Pada Anak Usia Dini di Taman Penitipan Anak Ridhani Anita Fajardini; Adristi Nisazarifa; Desrilia Nursyifaulkhair; Alief Nur Aisyi Maulidhia; Shultoni Mahardika; Immanuel Freddy Augustino
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v9i2.4163

Abstract

Abstract: Introducing the maritime world to early childhood is an approach to developing awareness and knowledge of the role of the sea as a natural resource in Indonesia. This can be accomplished, for instance, by introducing different types of ships and using coloring pages and images as an engaging way to learn. The activity was carried out in one of the day care located in Surabaya, with the par-ticipation of young children between the ages of 1 to 3 years old. The method applied in this community service activity is an educational method using a participatory approach. The activity was carried out in a number of phases, including preliminary observation and partner coordination, the creation of educational materials in the form of illustrations of various ship types, brief explanation of ship introduction, and ship coloring activities. Based on the activities that have been done, the children gave a positive response to learning and coloring activities. Using pictures and hands-on activities, the children tend to remember the shape and name of the ship that has been explained previously more easily. Coloring activities encourage fine-motor skills development and children's creativity. Keywords: coloring; early childhood; maritime; ship Abstrak: Pengenalan dunia maritim pada anak usia dini penting untuk menumbuhkan pengetahuan tentang peran laut sebagai sumber daya alam di Indonesia. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui pengenalan jenis kapal dengan memanfaatkan media gambar dan aktivitas mewarnai sebagai bentuk pembelajaran visual yang menarik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di taman penitipan anak yang berlokasi di Surabaya dengan melibatkan anak usia dini berusia 1–3 tahun. Metode yang digunakan adalah metode edukatif dengan pendekatan partisipatif. Pelaksanaan kegiatan meliputi beberapa tahapan, yaitu observasi awal dan koordinasi dengan mitra, persiapan media pembelajaran berupa gambar jenis-jenis kapal, penyampaian materi pengenalan kapal secara singkat, serta aktivitas mewarnai gambar kapal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak memberikan respons positif terhadap kegiatan yang dilakukan. Dengan bantuan media visual dan aktivitas langsung, anak-anak lebih mudah mengenali bentuk dan nama kapal. Selain itu, kegiatan mewarnai juga mendukung perkembangan motorik halus serta kreativitas anak. Kata kunci: anak usia dini; kapal; maritime; mewarnai
Perbandingan Algoritma K-Means dan Hierarchical Clustering untuk Pengelompokan Konsumsi Listrik Rumah Tangga Menggunakan Silhouette Coeffcient dan Davies-Bouldin Index Alief Nur Aisyi Maulidhia
Journal of Electrical Vocational Education and Technology Vol. 9 No. 1 (2026): Journal of Electrical Vocational Education and Technology, Volume 9 Issue 1, Ju
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JEVET.0091.02

Abstract

Abstrak Pengelompokan pola konsumsi listrik rumah tangga merupakan pendekatan penting dalam memahami karakteristik penggunaan energi dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data pada sistem kelistrikan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja algoritma K-Means dan Hierarchical Clustering dalam mengelompokkan pola konsumsi listrik rumah tangga menggunakan dataset Household Electric Power Consumption yang diperoleh dari Kaggle. Data yang digunakan meliputi beberapa parameter kelistrikan, seperti Global Active Power, Voltage, dan Current, yang melalui tahapan pre-processing berupa pembersihan data, normalisasi menggunakan Min-Max Scaling, dan reduksi dimensi menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Evaluasi kualitas klaster dilakukan menggunakan Silhouette Coefficient dan Davies-Bouldin Index (DBI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma K-Means menghasilkan performa klasterisasi yang lebih baik dibandingkan dengan Hierarchical Clustering, dengan nilai Silhouette Coefficient sebesar 0,67 dan Davies-Bouldin Index sebesar 0,48, sedangkan Hierarchical Clustering memperoleh nilai Silhouette Coefficient sebesar 0,59 dan Davies-Bouldin Index sebesar 0,71. Temuan ini menunjukkan bahwa K-Means lebih efektif dalam mengelompokkan data konsumsi listrik rumah tangga yang terstruktur, sedangkan Hierarchical Clustering lebih sesuai untuk mengidentifikasi hubungan data yang bersifat kompleks. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemilihan metode klasterisasi yang tepat untuk analisis pola konsumsi listrik rumah tangga serta dapat mendukung pembelajaran analisis data kelistrikan pada pendidikan vokasi. Abstract The clustering of household electricity consumption patterns is an important approach for understanding energy usage characteristics and supporting data-driven decision-making in electrical systems. This study aims to compare the performance of K-Means and Hierarchical Clustering algorithms in grouping household electricity consumption patterns using the Household Electric Power Consumption dataset obtained from Kaggle. The dataset includes electrical parameters such as Global Active Power, Voltage, and Current, which underwent preprocessing stages including data cleaning, normalization using Min-Max Scaling, and dimensionality reduction through Principal Component Analysis (PCA). Cluster quality evaluation was conducted using the Silhouette Coefficient and Davies-Bouldin Index (DBI). The results indicate that the K-Means algorithm achieved better clustering performance than Hierarchical Clustering, with a Silhouette Coefficient of 0.67 and a Davies-Bouldin Index of 0.48, while Hierarchical Clustering obtained a Silhouette Coefficient of 0.59 and a Davies-Bouldin Index of 0.71. These findings suggest that K-Means is more effective for clustering structured household electricity consumption data, whereas Hierarchical Clustering is more suitable for identifying complex relationships within the data. This study contributes to selecting appropriate clustering methods for household electricity consumption analysis and supports electrical data analysis learning in vocational education.
Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Logistik Yang Terdaftar Di BEI Pasca Pandemi Friska Intan Sukarno; Indri ika widyastuti; Alief Nur Aisyi Maulidhia; Putri Nur Rahayu
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 1: November 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i1.12189

Abstract

Perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam industri logistik pascawabah COVID-19 akan menjadi target penelitian ini, yang berupaya menganalisis pengaruh profitabilitas, leverage, dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian kuantitatif ini berasal dari sumber sekunder, yaitu laporan tahunan Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah uji asumsi tradisional selesai, data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan regresi berganda, yang kemudian dilanjutkan dengan mengevaluasi koefisien determinasi (R2), kelayakan model (uji F), dan hipotesis (uji t). Nilai perusahaan dipengaruhi secara signifikan oleh kebijakan dividen dan kemungkinan, sementara leverage memiliki pengaruh yang kecil, menurut penelitian ini. Dimasa depan Perusahaan logistik sebaiknya fokus pada meningkatkan profitabilitas dengan memperbaiki efisiensi operasional, menggunakan hutang dengan sebaik-baiknya serta lebih memperhatikan dengan kebijakan dividen dan mengkomunikasikannya dengan para pemegang saham perusahaan.
Hyperparameter Optimization of CNN Based Open Set Speaker Verification Using MFCC and Speaker Embedding for Voice Biometric Security Mirza Ardiana; Mat Syai’in; Alief Nur Aisyi Maulidhia; Aulia Rahma Annisa; Yudi Andika; Sholahuddin Muhammad Irsyad; Fauzan Izzul Haq
Journal of Applied Informatics and Computing Vol. 10 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaic.v10i3.13027

Abstract

The development of voice based biometric security systems has increased the demand for authentication methods capable of operating accurately and securely in open set speaker verification scenarios. In this scenario, the system is required not only to recognize registered users but also to reject unknown users who are not included in the system database. This study focuses on hyperparameter optimization in a Convolutional Neural Network Embedding based speaker verification system using Mel Frequency Cepstral Coefficient (MFCC) features and speaker embeddings. The optimization process was conducted through several experimental stages, including MFCC parameter tuning, CNN architecture tuning, embedding dimension tuning, and audio augmentation analysis. The dataset consisted of Indonesian speech recordings from 8 registered speakers and 1 unknown speaker, sampled at 16 kHz under controlled recording conditions. The dataset was divided into training, enrollment, and testing subsets to support open set speaker verification evaluation and reduce data leakage. System performance was evaluated using accuracy, validation loss, False Acceptance Rate (FAR), False Rejection Rate (FRR), best threshold, and inference time. The experimental results show that the best configuration was achieved using the MFCC-C parameters (N_MFCC = 40, N_FFT = 1024, HOP_LENGTH = 256, N_MELS = 40), the CNN-E architecture with three convolution blocks (32-64-128), an embedding dimension of 64, and lightweight augmentation consisting of noise injection, pitch shifting, and time stretching. This configuration achieved stable system performance with a test accuracy of 96.43% and a FAR of 8.7%, while maintaining lightweight computational complexity and real time inference capability. The results also indicate that excessive augmentation may increase embedding overlap between speakers, thereby reducing system security performance. However, the study was conducted on a limited scale dataset and has not yet evaluated robustness against spoofing attacks, replay attacks, or adversarial synthesized voice attacks. Overall, the study indicates that hyperparameter optimization influences the balance between accuracy, computational efficiency, and biometric security performance in lightweight CNN based voice biometric authentication systems under limited scale evaluation conditions.