Chayrina Ramida Safitri
Mulawarman University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effectiveness of Inspiring Members Participation, Active Commitment, and Togetherness Training on Increasing Active Participation of Organizational Members Chayrina Ramida Safitri; Frida Zakiyya Harasuna; Dameria Lumban Gaol; Alya Try Amanda; Aisyah Hasriaini; Putri Amanatun Nikmah; Fernanda Putra Pratama; Liana Shanti Hastuandari; Agung Dwi Saputra
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v7i1.19248

Abstract

Commitment, togetherness, and active participation of organizational members play a strategic role in the success of an organization. However, members of the Keluarga Pelajar Mahasiswa Balikpapan (KPMB) Samarinda have shown a lack of active involvement in the organization. This study aims to evaluate the effectiveness of the IMPACT training program (Inspiring Members Participation, Active Commitment, and Togetherness) in increasing members' active participation in the organization. The training methods used included pre-test and post-test learning evaluations, material presentations, discussions, trainer performance assessments, and behavior evaluations. The training was attended by 21 members of KPMB. The training results indicated an increase in knowledge level, as evidenced by a rise in the pre-test to post-test scores from 79.0 to 83.8. Based on the statistical analysis conducted, the significance value (2-tailed) obtained was 0.390, which is greater than 0.05 (p > 0.05), indicating that there was no statistically significant difference before and after the intervention. Although there was a descriptive increase in participants' knowledge scores after the IMPACT training, the statistical test results showed that the increase was not significant. This suggests that the IMPACT training has not yet had a statistically strong impact on participants' knowledge regarding commitment and togetherness in enhancing active participation in the organization. Komitmen, keakraban, dan partisipasi aktif anggota organisasi memiliki peran strategis dalam keberhasilan organisasi. Namun realitanya, para anggota yang tergabung dalam Keluarga Pelajar Mahasiswa Balikpapan (KPMB) Samarinda diketahui menunjukkan partisipasi yang kurang untuk terlibat aktif dalam organisasi. Pelaksanaan pengabdian masyarakt ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan IMPACT (Inspiring Members Participation, Active Commitment, and Togetherness) dalam meningkatkan partisipasi aktif anggota organisasi. Metode pelatihan yang digunakan meiputi uji pre-test dan posttest evaluasi pembelajaran, pemaparan materi, diskusi, dan evaluasi reaksi penyajian trainer dan evaluasi perilaku. Pelatihan ini diikuti oleh 21 peserta anggota KPMB. Hasil pelatihan menunjukkan adanya kenaikan pada tingkat pengetahuan dibuktikan dengan skor nilai pre-post dari 79,0 menjadi 83,8. Berdasarkan hasil analisis statistik yang telah dilakukan ditemukan bahwa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan, diperoleh keterangan bahwa nilai signifikansi (2-tailed) adalah sebesar 0,390 dimana nilai tersebut lebih dari 0,05 (P > 0,05), sehingga disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Meskipun terjadi peningkatan skor pengetahuan peserta secara deskriptif setelah diberikan pelatihan IMPACT, hasil uji statistik menunjukkan bahwa peningkatan tersebut tidak signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan IMPACT belum memberikan dampak yang cukup kuat terhadap pengetahuan peserta mengenai komitmen dan keakraban untuk meningkatkan partisipasi aktif anggota organisasi.
The Impact of Social Media Use and Peer Pressure on Adolescent Cybercrime Behavior: The Mediation Role of Emotional Intelligence and Parental Supervision Moderation Tina Khostarina; Nur Aisyah Rahmani Nasution; Chayrina Ramida Safitri
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 4 (2025): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v13i4.22549

Abstract

The use of social media has become an inseparable part of daily life, especially among teenagers. Social media also offers great potential in supporting learning. With access to various learning resources. To find out the influence of social media use and peer pressure on cybercrime mediated by emotional acuity and parental supervision. This study uses the Systematic Literature Review (SLR) approach to explore the relationship between social media use, peer pressure, cybercrime behavior in adolescents, emotional intelligence, and parental supervision. The results of this study are that excessive social media use and peer pressure can increase the risk of cybercrime behavior in adolescents, with low emotional intelligence as the main triggering factor. Emotional intelligence plays an important role as a mediator in reducing the negative impact of social media, while parental supervision can weaken the influence of peer pressure. The implications of these findings emphasize the need for collaboration between families, schools, and the government in developing educational programs that target emotional management and healthy social media use, to prevent the involvement of adolescents in illegal activities in cyberspace.Penggunaan media sosial sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan remaja. Media sosial juga menawarkan potensi besar dalam menunjang pembelajaran. Dengan akses ke berbagai sumber belajar. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial dan tekanan teman sebaya terhadap kejahatan dunia maya yang dimediasi oleh ketajaman emosional dan pengawasan orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) untuk mengeksplorasi hubungan antara penggunaan media sosial, tekanan teman sebaya, perilaku cybercrime pada remaja, kecerdasan emosional, dan pengawasan orang tua. Hasil penelitian ini adalah penggunaan media sosial yang berlebihan dan tekanan teman sebaya dapat meningkatkan risiko terjadinya perilaku cybercrime pada remaja, dengan rendahnya kecerdasan emosional sebagai faktor pemicu utamanya. Kecerdasan emosional berperan penting sebagai mediator dalam mengurangi dampak negatif media sosial, sedangkan pengawasan orang tua dapat melemahkan pengaruh tekanan teman sebaya. . Implikasi dari temuan ini menekankan perlunya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam mengembangkan program pendidikan yang menyasar pengelolaan emosi dan penggunaan media sosial yang sehat, untuk mencegah keterlibatan remaja dalam aktivitas ilegal di dunia maya.