ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena keterlambatan penyampaian laporan keuangan auditan di Bursa Efek Indonesia serta variasi fee audit antar perusahaan yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan oleh faktor tradisional. Penelitian ini dirancang untuk mengevaluasi pengaruh gender ketua audit, gender komite audit, dan gender CEO terhadap besaran fee audit serta Audit Report Lag (ARL) pada entitas non-keuangan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pendekatan penelitian bersifat kuantitatif, menggunakan data panel dan dianalisis melalui teknik regresi data panel. Sampel ditentukan menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria ketersediaan data selama periode pengamatan berjumlah 1.254 observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya gender komite audit yang berpengaruh negatif terhadap audit report lag, yang menunjukkan bahwa keberadaan perempuan dalam komite audit berkontribusi terhadap percepatan penyelesaian audit. Secara teoretis, temuan ini menunjukkan bahwa pengaruh gender dalam tata kelola bersifat kontekstual dan lebih relevan pada dimensi proses dibanding dimensi harga audit. Secara aplikatif, temuan ini memberikan implikasi penting bagi entitas korporasi maupun regulator untuk mendorong keberagaman gender dalam komite audit guna meningkatkan ketepatan waktu pelaporan keuangan.ABSTRACTThis study is motivated by the increasing phenomenon of delayed submission of audited financial statements on the Indonesia Stock Exchange and the variation in audit fees across firms that cannot be fully explained by traditional factors. This research is designed to examine the effect of audit committee chair gender, audit committee gender, and CEO gender on audit fees and Audit Report Lag (ARL) in non-financial firms listed on the Indonesia Stock Exchange. The study adopts a quantitative approach using panel data, analyzed through panel regression techniques. The sample is selected using purposive sampling based on data availability criteria, resulting in 1,254 observations over the observation period. The findings indicate that only audit committee gender has a negative effect on audit report lag, suggesting that the presence of women in audit committees contributes to faster completion of the audit process. Theoretically, these findings suggest that the influence of gender in corporate governance is context-dependent and more relevant to process-related outcomes than to audit pricing. Practically, the results provide important implications for corporations and regulators to encourage gender diversity in audit committees in order to improve the timeliness of financial reporting.