Tonsilitis kronis merupakan peradangan amandel yang berlangsung lama akibat infeksi berulang, sehingga dapat menyebabkan kerusakan jaringan tonsil. Kondisi ini dapat memicu hiperplasia parenkim atau degenerasi fibrinoid disertai penyumbatan kripta, yang mengakibatkan pembesaran tonsil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dengan ukuran tonsil pada pasien tonsilitis kronis di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung selama periode 2022–2024. Penelitian ini merupakan studi analitik cross-sectional menggunakan data sekunder dari rekam medis. Sampel sebanyak 164 pasien diambil dengan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi Square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia ≤18 tahun merupakan kelompok terbanyak yang mengalami tonsilitis kronis, yaitu sebanyak 113 orang (68,9%), dan ukuran tonsil yang paling dominan adalah grade 3 sebanyak 78 orang (47,6%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa pasien usia ≤18 tahun lebih banyak memiliki ukuran tonsil yang lebih besar (grade tinggi) dibandingkan usia 18 tahun. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia dan ukuran tonsil (p = 0,022). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan ukuran tonsil pada pasien tonsilitis kronis di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung tahun 2022–2024. Temuan ini menunjukkan bahwa kelompok usia lebih muda cenderung memiliki pembesaran tonsil yang lebih tinggi, sehingga diperlukan pemantauan dan penatalaksanaan dini untuk mencegah komplikasi.