Membaca permulaan merupakan kemampuan dasar yang penting dikuasai oleh siswa sekolah dasar sebagai landasan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Namun, setelah pandemi COVID-18, masih dijumpai siswa yang mengalami kesulitan membaca, salah satunya dipengaruhi oleh kurang efektifnya pelaksanaan pembelajaran secara daring. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas III di SDN Langkob pasca-pandemi COVID-19 yang meliputi jenis kesulitan membaca permulaan, tingkat kesulitan membaca permulaan antar siswa, dan faktor-faktor penyebabnya. Pendekatan yang dugunakan pada penelitian ini adalah kualitatir dengan metode studi kasus guna memperoleh pemahaman mendalam mengenai fenomena yang diteliti. Informan penelitian ini melibatkan kepala sekolah, guru kelas III, dan siswa kelas III yang menunjukkan kesulitan dalam membaca permulaan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca permulaan siswa masih ditemukan pada berbagai aspek kemampuan membaca dasar, seperti kesulitan mengenal huruf tertentu, membaca terbata-bata, kesulitan menggabungkan suku kata menjadi kata, belum lancar membaca kata sederhana, dan rendahnya pemahaman terhadap bacaan sederhana. Tingkat kesulitan membaca siswa terbagi kedalam kategori ringan, sedang, dan berat. Kesulitan membaca permulaan juga dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi motivasi belajar siswa, minat membaca, konsentrasi, dan kemampuan belajar siswa, sedangkan faktor eksternal berupa dampak pembelajaran daring, lingkungan keluarga, pendampingan orang tua, dan keterbatasan sarana pembelajaran. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, sekolah dan guru melakukan berbagai upaya melalui program literasi, pembiasaan membaca, dan pendampingan membaca guna membantu perkembangan kemampuan membaca permulaan siswa secara bertahap juga meningkatkan kesiapan belajar siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.