Abstrak Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi permasalahan kesehatan utama di masyarakat, termasuk pada kelompok usia produktif, yang diperparah oleh rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan skrining kesehatan secara rutin. Kondisi ini menuntut adanya upaya promotif dan preventif yang mudah diakses melalui kegiatan berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan skrining kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran peserta terhadap deteksi dini faktor risiko PTM melalui integrasi aktivitas fisik dan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada 7 Februari 2026 dalam bentuk fun run yang terintegrasi dengan skrining kesehatan pada 109 peserta secara sukarela. Pemeriksaan meliputi glukosa darah postprandial, kolesterol total, asam urat, dan tekanan darah. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk rerata ± standar deviasi atau median (minimum–maksimum) sesuai distribusi data. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki parameter kesehatan dalam batas normal, namun masih ditemukan beberapa peserta dengan nilai di atas batas rujukan, khususnya pada indikator metabolik. Temuan ini menunjukkan bahwa risiko PTM tetap dapat terjadi pada individu usia produktif yang tampak sehat. Kegiatan ini efektif sebagai sarana deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas fisik dan pemeriksaan kesehatan. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif di tingkat komunitas. Kata kunci: aktivitas fisik; fun run; pengabdian kepada masyarakat; penyakit tidak menular; skrining kesehatan. AbstractNon-communicable diseases (NCDs) remain a major public health concern, including among the productive-age population, which is exacerbated by low public awareness of routine health screening. This condition highlights the need for accessible promotive and preventive efforts through community-based activities. This community service activity aimed to provide health screening while increasing participants’ awareness of early detection of NCD risk factors through the integration of physical activity and simple health examinations. The activity was conducted on February 7, 2026, in the form of a fun run integrated with health screening involving 109 voluntary participants. The examinations included postprandial blood glucose, total cholesterol, uric acid, and blood pressure. Data were analyzed descriptively and presented as mean ± standard deviation or median (minimum–maximum) according to data distribution. The results showed that most participants had health parameters within normal reference ranges; however, several participants exhibited values above normal limits, particularly in metabolic indicators. These findings indicate that the risk of NCDs may still be present among apparently healthy individuals of productive age. This activity proved to be effective as a means of early detection and in increasing public awareness of the importance of physical activity and health screening. Therefore, similar community-based programs should be implemented sustainably as part of NCD prevention and health promotion efforts. Keywords: community service; fun run; health screening; non-communicable disease; physical activity