Aryanti
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Muslim Maros

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Feminisme dalam Novel Rissa Sebuah Pilihan Hidup Analisis Wacana Kritis Model Sara Mills Islah Nurfatiah; Ita Suryaningsih; Aryanti
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Kajian Kritis Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v9i1.3220

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi yang bertujuan untuk mendeskripsikan representasi feminisme dalam novel Rissa Sebuah Pilihan Hidup karya Larissa Chou berdasarkan analisis wacana kritis model Sara Mills. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi posisi subjek, posisi objek, dan posisi pembaca dalam narasi novel untuk mengungkap bagaimana perempuan direpresentasikan dalam konteks sosial, budaya, dan keluarga. Sumber data dalam penelitian ini adalah kutipan-kutipan naratif dan dialogis dalam novel tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen dan pencatatan kutipan yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menurut Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil analisis terhadap 24 data, ditemukan bahwa tokoh utama Rissa paling dominan ditempatkan sebagai objek yakni sebanyak 21 kali, sedangkan sebagai subjek sebanyak 2 kali, dan sebagai subjek sekaligus objek sebanyak 1 kali. Tokoh lain seperti Mama ditemukan sebagai subjek sebanyak 5 kali, Oma 2 kali, Papa 1 kali, dan masyarakat 3 kali. Temuan ini menunjukkan bahwa tokoh perempuan utama lebih banyak diposisikan dalam posisi pasif dan dikendalikan, yang mencerminkan adanya relasi kuasa dan dominasi dalam struktur patriarkal yang direpresentasikan melalui keluarga dan lingkungan sosial.