Rachel Nella Aprillia
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of the Level of Community Participation in the Management of the Village Owned Enterprise (BUM Desa) “Surya Sejahtera” Rachel Nella Aprillia; Kalvin Edo Wahyudi
Publik : (Jurnal Ilmu Administrasi) Vol 14, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/pjia.14.2.496-510.2025

Abstract

Village Owned Enterprises are one example of community participation in village development. BUM Desa Surya Sejahtera, as the oldest BUM Desa and the first to be categorized as advanced in Taman Subdistrict, has been present in the community. However, behind its success, several of its business units have experienced stagnation, presumably due to a lack of community participation in the management of BUM Desa. This study aims to analyze and describe the level of community participationin the management of the Village Owned Enterprise “Surya Sejahtera” in Kedungturi Village, Taman Sub district, Sidoarjo District. This study employs community participation levels, which consists of five levels: information, consultation, deciding together, acting together, and supporting. The research method used is descriptive qualitative, with data collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis in this study involves data collection, data condensation, data display, and verification. The results of this study show that the level of community participation in the management of BUM Desa Surya Sejahtera is at the level of acting together, as reflected in community involvement in the form of cooperation in several business units and community responsibility. However, this participation is not yet optimal due to low commitment and inadequate coordination in the management of the BUM Desa. Therefore, a clear strategy is needed regarding the division of responsibilities among all parties and effective coordination, accompanied by empowerment programs that encourage motivation and formulate policies to encourage tangible support from the community.
Optimalisasi Kualitas Pelayanan Publik Pada Puskesmas Kebonsari Melalui Pelaksanaan PEKPPP Rachel Nella Aprillia; Agus Widiyarta
Jurnal Administrasi Publik Vol 20 No 1 (2024): Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52316/jap.v20i1.313

Abstract

Menyadari pentingnya pelayanan publik dalam penyelenggaraan pemerintahan dan semakin meningkatnya tuntutan terhadap pelayanan yang lebih berkualitas, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi secara aktif berupaya dengan melaksanakan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik (PEKPPP). Puskesmas merupakan salah satu penyelenggara pelayanan publik dalam bidang kesehatan yang melakukan evaluasi pelayanan publik tersebut. Pada pendampingan pelaksanaan PEKPPP terlihat bahwa Puskesmas Kebonsari masih menunjukkan beberapa kekurangan terkait enam aspek standar kualitas pelayanan, dengan sejumlah dokumen kebijakan yang berlaku belum sepenuhnya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PEKPPP di Puskesmas Kebonsari memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Namun, keberhasilan ini sangat tergantung pada kemampuan sumber daya manusia yang terlibat dalam pelaksanaannya. Dimana dalam dampak pelaksanan PEKPPP di Puskesmas Kebonsari terhadap aspek tangible, reability, dan assurrance belum dapat memuaskan para masyarakat. Dengan hasil penelitian tersebut upaya ini harus didukung oleh komitmen yang kuat dari seluruh sumber daya manusia (SDM) di Puskesmas Kebonsari agar tidak hanya terbatas mendapatkan nilai Indeks Pelayanan Publik yang bagus, tetapi juga untuk menciptakan perubahan yang substansial dalam kualitas pelayanan yang diberikan.