Bet El Silisna Lagarense
Program Studi D4 Global Tourism Management, Politeknik Negeri Manado, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kampung Rasa Café: Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga melalui Pelatihan Barista Berbasis Ekonomi Hijau di Kampung Wisata Kakaskasen Dua, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara Dimas Ero Permana; Bet El Silisna Lagarense; Mercy Ariane Lumare; Vesty Like Sambeka; Hendry Moudy Kumaat
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): JIPPM - Juni 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.970

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kampung Wisata Kakaskasen Dua, Kota Tomohon, dengan tujuan memberdayakan ibu rumah tangga melalui pelatihan kepada 20 anggota kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang terdiri dari ibu-ibu PKK, Karang taruna dan pelaku UMKM. Pelatihan peningkatan keterampilan barista dan layanan hospitaliti berbasis ekonomi hijau. Permasalahan mitra adalah rendahnya keterampilan dalam mengolah produk kopi lokal serta belum adanya standar pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan. Metode pelaksanaan meliputi (1) pelatihan keterampilan barista menggunakan bahan baku kopi lokal, (2) pelatihan hospitaliti berorientasi wisata ramah lingkungan, serta (3) pendampingan dalam membangun brand “KampungRasa Café” sebagai identitas komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan peserta dalam meracik minuman berbasis kopi lokal, penerapan praktik layanan hospitaliti yang lebih ramah wisatawan, serta munculnya motivasi kewirausahaan pada ibu rumah tangga. Dampak kegiatan ini tidak hanya meningkatkan peluang ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat daya tarik KampungWisata Kakaskasen Dua sebagai destinasi berbasis ekonomi hijau dan berkelanjutan. Dengan demikian, program ini memberikan kontribusi pada pemberdayaan komunitas, pengembangan pariwisata berkelanjutan, dan pelestarian nilai lokal dalam kerangka ekonomi kreatif.
Pelatihan Eco-Kitchen Berbasis Komunitas untuk Peningkatan Keterampilan Pelaku Usaha Kuliner Lokal Desa Wisata Tumaluntung, Kab. Minahasa Utara, Sulawesi Utara Fonny Erny Sangari; Bet El Silisna Lagarense; Jane Arthur Lumataw; Hendry Moudy Kumaat; Agustinus Walansendow; Mercy Ariane Lumare
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JAMSI - Maret 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2239

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memberdayakan pelaku usaha kuliner lokal melalui pelatihan eco-kitchen berbasis komunitas di Desa Wisata Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Kegiatan difokuskan pada peningkatan keterampilan pengolahan makanan ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan lokal seperti batang pisang, singkong, dan kelapa. Metode pelaksanaan meliputi observasi partisipatif, diskusi kelompok terarah, dan praktik langsung. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan teknis peserta sebesar 78%, kesadaran lingkungan meningkat 85%, serta tercipta 12 produk inovasi kuliner lokal berbasis bahan alami yang siap dikomersialisasikan. Model eco-kitchen ini terbukti efektif dalam mengintegrasikan inovasi pangan lokal dengan prinsip ekonomi hijau dan pariwisata berkelanjutan, serta menjadi rujukan potensial untuk pengembangan pelatihan kuliner di desa wisata lainnya.
Model Pelatihan Pemanduan Ekowisata Berkelanjutan untuk Penguatan Kapasitas POKDARWIS di Desa Budo, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara Telly Hetty Isye Kondoj; Bet El Silisna Lagarense; Harson Kapoh; Radjab Djamali; Jongky Wuner Kamagi; Jerry Heisye Purnama
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JAMSI - Maret 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2409

Abstract

Program pengabdian ini dilaksanakan di Desa Budo, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, dengan permasalahan utama rendahnya kompetensi pemanduan ekowisata berkelanjutan pada Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS). Kegiatan ini bertujuan mengembangkan model pelatihan pemanduan ekowisata berkelanjutan yang terstruktur dan berbasis partisipatif untuk memperkuat kapasitas individu dan kelembagaan. Kebaruan model terletak pada integrasi tiga komponen utama, yaitu penguatan konseptual ekowisata, praktik lapangan berbasis experiential learning, dan pengembangan narasi interpretatif yang mengangkat kearifan lokal sebagai identitas destinasi. Model ini juga dilengkapi dengan instrumen evaluasi berbasis pre-test, post-test, dan penilaian performa guiding. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 30% dan peningkatan keterampilan pemanduan sebesar 27%. Selain peningkatan kompetensi individu, kegiatan ini menghasilkan prototipe modul narasi interpretatif lokal dan memperkuat kapasitas organisasi POKDARWIS dalam mengelola wisata berbasis keberlanjutan. Model ini berpotensi direplikasi pada desa wisata dengan karakteristik serupa.