Rahmi Fitria
Program Studi S1-Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pasir Pengaraian

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eklusif pada Ibu Menyusui Wilayah Kerja Puskesmas Tambusai II Rokan Hulu Siti Nurkhasanah; Yulia Afri Susila; Rahmi Fitria
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i2.311

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif adalah pemberian makanan utama pada bayi dengan memberikan ASI saja. Bayi hanya diberi ASI selama 6 bulan pertama kehidupannya. Kemudian, hingga bayi mencapai usia 2 tahun, bayi boleh diberi makanan tambahan lain (Lindawati, 2019). Di Indonesia masih mengalami penurunan dan peningkatan dalam prevalensi pemberian ASI pada bayi berusia 0-6 bulan. Menurut (Riskesdas, 2018), cakupan angka pemberian ASI pada tahun 2016 di Indonesia berkisar 54%, tahun 2017 61,33%, dan pada tahun 2018 secara signifikan menurun 37,3%, meningkat signifikan menjadi 74,5% di tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk faktor yang mempengaruhi ibu menyusui dalam pemberian ASI Ekslusif. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang ada di wilayah kerja puskesmas Tambusai II. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 ibu. Teknik pengambilan sampel adalah sampel jenuh. Analisis data yang digunakan univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu terhadap pemberian ASI eksklusif (p value= 0,020), dan tidak terdapat hubungan antara pekerjaan ibu dengan pemberian ASI Ekslusif (p value= 0,713), dan tidak terdapat hubungan antara paritas terhadap pemberian ASI eksklusif (p value= 0,136). Disarankan kepada Puskesmas memberikan program sosialisasi atau penyuluhan yang lebih intensif kepada ibu menyusui atau ibu hamil, serta keluarganya. Sehingga tidak hanya dipuskesmas saja dilakukan penyuluhan diluar puskesmas bisa juga seperti posyandu.