Rika Ningsih
Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakuktas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Riau, Pekanbaru, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Gerakan 5S dalam Perspektif Sosiopragmatik: Penanaman Karakter Pelajar Pancasila melalui Kesantunan Berbahasa di Sekolah Fatmawati Fatmawati; Leni Apriani; Rika Ningsih; Fanisa Rania Humairah; Faiza Riskia Alfi
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i2.2939

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya menguatkan pembentukan karakter peserta didik melalui kesantunan berbahasa di lingkungan sekolah. Latar belakang kegiatan ini adalah belum optimalnya penerapan budaya senyum, salam, sapa, sopan, dan santun dalam praktik komunikasi sehari-hari peserta didik. Kegiatan ini bertujuan mengoptimalisasikan kembali gerakan tersebut dalam perspektif sosiopragmatik sebagai sarana penanaman karakter pelajar Pancasila melalui penggunaan bahasa yang santun. Metode pelaksanaan dilakukan secara sistematis melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi, pendampingan, evaluasi, dan perencanaan keberlanjutan program. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, permainan peran, refleksi diri, serta pengisian angket daring untuk mengukur pemahaman dan perubahan sikap peserta didik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik memiliki pemahaman yang baik terhadap nilai-nilai karakter pelajar Pancasila dan mulai membiasakan diri menerapkan senyum, salam, sapa, sopan, dan santun dalam interaksi sehari-hari. Peserta didik juga menunjukkan peningkatan kesadaran dalam memilih kata, menghargai pendapat, serta menghindari perundungan verbal. Kegiatan ini menegaskan bahwa optimalisasi gerakan senyum, salam, sapa, sopan, dan santun berbasis sosiopragmatik efektif dalam membangun budaya komunikasi yang beradab melalui keterlibatan aktif warga sekolah.