Nadia Agustin Surbakti
Bahasa Jerman, Universitas Negeri Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Persepsi Mahasiswa terhadap Bahan Ajar Bahasa Jerman Berbasis Digital Nadia Agustin Surbakti; Novita Sari Br Panjaitan; Herman Syahputra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap penggunaan bahan ajar bahasa Jerman berbasis digital dengan menitikberatkan pada aspek kognitif, afektif, dan konatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman yang telah menggunakan bahan ajar digital dalam proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan wawancara semi-terstruktur. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan bahan ajar digital. Pada aspek kognitif, bahan ajar digital membantu mahasiswa memahami materi bahasa Jerman secara lebih mudah melalui pemanfaatan fitur multimedia. Pada aspek afektif, bahan ajar digital mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar mahasiswa. Sementara itu, pada aspek konatif, mahasiswa menunjukkan kecenderungan untuk terus menggunakan bahan ajar digital dalam pembelajaran. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa kendala teknis, seperti keterbatasan jaringan internet dan perangkat, berdampak pada menurunnya efektivitas pembelajaran serta mempengaruhi motivasi dan konsistensi penggunaan bahan ajar digital. Dengan demikian, penggunaan bahan ajar bahasa Jerman berbasis digital memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai, peningkatan literasi digital, serta penerapan model pembelajaran blended learning agar dapat berjalan secara optimal.