Nurhusna Kamil
Pendidikan Agama Islam, STIT NU Sakinah, Dharmasraya, Sumatera Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROFIL DAN ANALISIS KEBUTUHAN: PENGUKURAN MULTIDIMENSI PERILAKU KESANTUNAN SISWA SEBAGAI DASAR INTEGRASI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SDN 03 SEMBILAN KOTO Yenita Dini Indah Sari; Lesis Andre; Nurhusna Kamil
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Edisi April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v11i1.18823

Abstract

Pentingnya membangun landasan data yang empiris dan multidimensi untuk mendesain program Bimbingan dan Konseling (BK) yang efektif, khususnya dalam penguatan karakter kesantunan siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan profil perilaku kesantunan siswa, (2) menganalisis kebutuhan (needs assessment) berdasarkan kesenjangan yang teridentifikasi, dan (3) merumuskan rekomendasi integrasi ke dalam layanan BK. Dengan pendekatan kuantitatif deskriptif, penelitian dilakukan di SDN 03 Sembilan Koto dengan melibatkan 20 siswa kelas V dan VI sebagai sampel. Data dikumpulkan menggunakan Skala Perilaku Hormat dan Kesantunan yang mengukur lima dimensi: verbal, non-verbal, perilaku, sosial, dan emosional, kemudian dianalisis secara statistik deskriptif dan analisis kebutuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil kesantunan siswa secara keseluruhan berada pada kategori sedang dengan pencapaian bervariasi. Dimensi kesantunan dalam perilaku memperoleh skor tertinggi, sementara dimensi kesantunan emosional dan sosial menjadi area dengan skor terendah dan teridentifikasi sebagai kebutuhan prioritas utama. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan rekomendasi integrasi yang spesifik dan kontekstual untuk dimasukkan ke dalam keempat komponen layanan BK komprehensif (layanan dasar, responsif, perencanaan individual, dan dukungan sistem). Simpulan penelitian menegaskan bahwa pendekatan berbasis pengukuran multidimensi dan analisis kebutuhan merupakan langkah krusial untuk mentransformasi layanan BK dari yang bersifat umum menjadi preskriptif dan berbasis bukti, sehingga dapat menjawab tantangan pengembangan karakter siswa secara lebih tepat sasaran.
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KONSELING TERHADAP KEJUJURAN SISWA SEKOLAH DASAR SDN 03 SEMBILAN KOTO Rahmad Aditya; Lesis Andre; Nurhusna Kamil
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Edisi April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v11i1.18833

Abstract

Kejujuran merupakan fondasi karakter yang krusial bagi siswa sekolah dasar, namun implementasinya sering kali menghadapi tantangan situasional. Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah dianggap sebagai intervensi strategis untuk memperkuat nilai ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh signifikan layanan BK terhadap tingkat kejujuran siswa SDN 03 Sembilan Koto, Silago. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan desain ex post facto. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V dan VI yang berjumlah 20 orang, yang sekaligus dijadikan sampel menggunakan teknik saturated sampling. Data dikumpulkan melalui angket self-assessment kejujuran, angket persepsi layanan BK, lembar observasi guru, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan BK memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kejujuran siswa (β = 0.758, p < 0.001), dengan kontribusi sebesar 57.4%. Dimensi kualitas relasi dalam layanan BK merupakan prediktor terkuat. Namun, pengaruh tersebut lebih kuat pada domain kejujuran sosial dan personal dibandingkan domain akademik. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa kualitas hubungan empatik dalam layanan BK lebih penting daripada sekadar frekuensi pertemuan dalam membangun kejujuran siswa. Diperlukan pengembangan modul BK yang lebih terfokus pada kejujuran akademik dan kemitraan dengan orang tua untuk menciptakan ekosistem nilai yang konsisten.