Gevira Nur Anisa
Bimbingan Konseling Islam, Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, Cirebon, Jawa Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA DEWASA AWAL DAN PENANGANANNYA MELALUI INTERVENSI RELAKSASI DAN MINDFULNESS: STUDI KASUS KONSELING Reyna Thaharah; Mirrah Nazmi; Gevira Nur Anisa; Nur'aeni Putri; Mumtaz Afridah
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Edisi April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v11i1.19004

Abstract

Stres akademik merupakan permasalahan psikologis yang banyak dialami oleh mahasiswa, khususnya pada tahap perkembangan dewasa awal yang ditandai dengan beragam tuntutan akademik dan perkembangan diri. Beban tugas yang tinggi, tekanan untuk berprestasi, serta keterbatasan kemampuan adaptasi sering kali memicu munculnya stres akademik yang berdampak langsung pada kondisi kesejahteraan psikologis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika stres akademik pada mahasiswa dewasa awal serta menganalisis penerapan intervensi relaksasi dan mindfulness dalam membantu pengelolaan stres akademik melalui layanan konseling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap seorang mahasiswa perempuan berusia 21 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam selama proses konseling berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres akademik dipengaruhi oleh faktor internal berupa kecenderungan perfeksionisme, overthinking, dan keterbatasan dalam manajemen waktu, serta faktor eksternal seperti tingginya beban tugas, perubahan jadwal perkuliahan, kurangnya kejelasan instruksi akademik, dan ketidakseimbangan dalam kerja kelompok. Stres akademik tersebut berdampak pada aspek fisik, kognitif, emosional, dan sosial subjek. Penerapan teknik relaksasi pernapasan dan mindfulness terbukti efektif dalam mengurangi ketegangan fisik, meningkatkan kesadaran diri, serta membantu regulasi emosi subjek. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan layanan konseling mahasiswa yang mengintegrasikan intervensi psikologis sederhana, aplikatif, dan berbasis bukti untuk mendukung kesehatan mental mahasiswa.