Aziz Syaifudin Fathoni
RSUP DR SARDJITO

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PELAKSANAAN CODE TRAUMA DI INSTALASI GAWAT DARURAT Aziz Syaifudin Fathoni; Sutono Sutono; Darsih Darsiih; Sri Setiyarini
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v10i3.762

Abstract

Code trauma merupakan sistem penanganan kegawatdaruratan yang dirancang untuk mempercepat respons tim medis terhadap pasien trauma berat. Aktivasi yang tepat dan cepat menjadi faktor kunci untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas. Namun, implementasi code traumasering kali menghadapi kendala seperti keterlambatan waktu pengambilan keputusan dan hambatan yang dapat memengaruhi outcome pasien. Tujuan penelitian: Menganalisis pelaksanaan code trauma di instalasi gawat darurat (IGD), meliputi penyebab aktivasi, waktu keputusan, jenis operasi dan hambatan yang dihadapi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Penelitian ini menggunakan instrumen berupa formulir pemantauan code trauma yang merupakan instrumen standar pelayanan di rumah sakit tempat penelitian dilakukan. Formulir ini telah divalidasi oleh tim trauma rumah sakit dan digunakan secara rutin dalam pelaksanaan code trauma. Data diperoleh dari telaah dokumen pada 45 kasus code trauma. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Karakteristik responden pada pasien code trauma berusia 19–35 tahun sejumlah 33,3% dan berjenis kelamin laki laki sejumlah 62,2%. Jenis cedera merupakan faktor utama yang paling sering memicu aktivasi code trauma, tercatat sebesar 47,6%. Waktu pengambilan keputusan pada 77,8% kasus tercapai, sementara 22,2% kasus mengalami keterlambatan, dan penyebab keterlambatannya 35,3% karena menunggu hasil pemeriksaan penunjang, 29,9% karena prolonged resuscitation dan menunggu kamar operasi, sedangkan kategori operasi emergensi 53,3% dalam aktivasi code trauma. Diskusi: Pelaksanaan code trauma telah berjalan cukup efektif dengan mayoritas kasus memenuhi standar waktu keputusan. Hasil penelitian ini bisa menjadi bahan rujukan untuk membuat kebijakan selanjutnya terkait pelaksanaan code traumadi IGD. Kesimpulan: Pelaksanaan code trauma telah berjalan cukup efektif dengan mayoritas kasus memenuhi standar waktu keputusan. Hasil penelitian ini bisa menjadi bahan rujukan untuk membuat kebijakan selanjutnya terkait pelaksanaan code trauma di IGD.Kata Kunci: aktivasi tim trauma, instalasi gawat darurat, trauma Analysis of Code Trauma Implementationi in the Emergency DepartmentABSTRACTCode trauma is an emergency response system designed to accelerate the medical team’s response to patients with severe traumatic injuries. Timely and accurate activation is a key factor in reducing morbidity and mortality. However, the implementation of a code trauma system often encounters challenges, including delays in decision making and barriers that may influence patient outcomes. Objective: This study aims to analyze the implementation of code trauma in the Emergency Department (ED), focusing on the causes of activation, decision-making time, types of surgical procedures, and the barriers encountered during its implementation. Methods: This study employed a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. Data were collected using a code trauma monitoring form, which serves as a standard service instrument in the hospital where the study was conducted. The instrument had been validated by the hospital’s trauma team and is routinely used in code trauma management. Data were obtained through document review of 45 code trauma cases. The data were analyzed using descriptive statistics, including frequency and percentage distributions. Results: The characteristics of code trauma patients showed that 33.3% were aged 19–35 years and 62.2% were male. Type of injury was the most common factor triggering code trauma activation, accounting for 47.6% of cases. Decision-making time met the standard in 77.8% of cases, while 22.2% experienced delays. The main causes of delay included waiting for supporting diagnostic results (35.3%), prolonged resuscitation and waiting for operating room availability (29.9%). Emergency surgical procedures accounted for 53.3% of operations performed following code trauma activation. Conclusion: The implementation of the code trauma system has been relatively effective, as most cases met the standard decision-making time. These findings may serve as a reference for developing future policies related to code trauma implementation in the Emergency Department.Keywords: trauma team activation, emergency department, trauma